InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Dari total 76 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), baru ada 7 BUMDes yang masuk kategori berkembang, 39 berstatus pemula dan 30 di antaranya masih perintis. Sementara BUMDes berpredikat maju masih terbilang nihil.
Untuk itu, Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat, Bambang Suherman, meminta seluruh kepala desa agar menghidupkan usaha BUMDes masing-masing. Hal ini perlu dilakukan agar ke depan desa bisa lebih mandiri sehingga tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.
“Harapan kami untuk seluruh kepala agar menguatkan tugas dan fungsinya, terutama berkaitan dengaj BUMDes karena BUMDes kita di desa-desa belum ada yang muncul sebagai pilot project atau percontohan di Kobar,” kata Bambang usai acara pelantikan Kades di aula Antakusuma, Senin (11/12).
Diutarakan Waket II Kobar, kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan desa diimbau untuk membentuk dan memberikan dukungan penganggaran atau penyertaan modal kepada manajemen BUMDes dalam menjalankan usahanya.
Setelah unit usaha terbentuk dan berjalan, diharapkan BUMDes mampu menghasilan pendapatan asli desa yang bisa digunakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan taraf hidup warga perdesaan.
“Harapannya agar BUMDes di desa-desa didorong penyertaan dana dari desa bisa dioptimalkan untuk meningkatkan PAD desa dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan,” jelas Bambang Suherman.
Tak hanya itu, dia juga berpesan kepada aparatur desa agar mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran dana desa agar tidak tersandung persoalan hukum.
“Saya ingat agar cerdas, cermat dan memang harus jujur terutama mengelola ADD dan DD,” tukas Legislator 2 periode ini.
