InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Anggota DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Fraksi Demokrat, Suratman, menyatakan bahwa hingga saat ini Pemda setempat belum mampu memenuhi permintaan bibit ikan budidaya yang tergolong cukup tinggi di Kobar.
Berdasarkan data dinas terkait, rata-rata kebutuhan pasokan bibit ikan budidaya dalam setahun mencapai angka 60 juta bibit, sementara kemampuan balai benih ikan (BBI) Pinang Merah dibantu unit pembenihan rakyat (UPR) hanya mampu memenuhi 2-4 juta ekor bibit.
Untuk itu, sambungnya, para pembudidaya lokal terpaksa harus mendatangkan bibit dari luar daerah, salah satunya dari BBI Mandiangin yang berada di Kalimantan Selatan (Kalsel) guna memenuhi kebutuhan bibit mereka.
“Iya memang betul, seharusnya memang harus ada kerjasama dengan BBI tapi selama ini balai benih di sini aja tidak mencukupi dan sering kita mendatangkan dari Banjarmasin (Mandiangin),” ucapnya, Rabu (6/12/2023).
Akibatnya, bibit ikan konsumsi itu banyak yang mati karena harus melewati perjalanan darat yang menempuh waktu lebih dari 10 jam. Bahkan, ada beberapa pembudidaya yang mengambil bibit ke luar pulau.
“Ikan banyak yang mati karrna jalan darat, kalau dari semarang masih kurang angka kematiannya,” beber Suratman.
Dia berharap ke depan pemerintah daerah agar melakukan optimalisasi produksi bibit ikan melalui pembangunan balai benih baru, serta menambah sejumlah sentra bibit milik masyarakat sebab potensinya cukup menjanjikan.
Kendati demikian, untuk melakukan optimalisasi itu perlu dilakukan bertahap dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah.
“Masuk aja, cuman waktu agak lama karena BBI yang sudah ada cukup luas perlu pembenahan yang cukup makan biaya,” imbuh Legislator Kobar Dapil 1 ini.

