InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Seorang wartawan dari media online Borneonews mengalami intimidasi dari sejumlah oknum masyarakat saat meliput antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Paku Negara, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Selasa (7/10).
Peristiwa terjadi ketika DR, wartawan tersebut, tengah mengambil gambar suasana antrean BBM. Tiba-tiba beberapa orang mendekatinya dan menghardik dengan nada tinggi. Oknum tersebut diduga merupakan pengetab BBM.
“Mereka dari jauh sudah teriak-teriak dan menghampiri saya. Mereka minta dengan membentak agar saya menghapus foto dan video, sambil mengancam kalau tidak dihapus, handphone saya akan dibanting,” ujar DR saat menceritakan kejadian.
Tak hanya itu, para oknum juga mengancam agar dokumentasi tersebut tidak disebarluaskan. “Mereka juga bilang, kalau sampai viral, kendaraan saya akan mereka tandai,” imbuhnya.
DR menjelaskan, dokumentasi itu diambil untuk keperluan jurnalistik, terutama sebagai bahan pemberitaan mengenai rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Pertamina, pemilik SPBU, dan Organda dalam mencari solusi atas kelangkaan BBM.
“Tujuan saya bukan untuk memberitakan aktivitas pengetapan, tapi sebagai pendukung pemberitaan soal upaya pemerintah dan pihak terkait menyikapi situasi sosial akibat antrean BBM,” tegasnya.
Meski sempat diancam, tidak terjadi kekerasan fisik. Setelah mengetahui DR adalah wartawan, para oknum tersebut langsung meninggalkan lokasi.
“Mereka hanya membentak-bentak, tidak sampai melakukan kekerasan,” pungkasnya.
