InfoPBUN, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menghadirkan program Try Out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tahun 2026 secara gratis sebagai solusi atas keterbatasan akses bimbingan belajar (bimbel), khususnya bagi siswa di wilayah pedalaman.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ruang Guru dan menjadi langkah konkret dalam memberikan kesempatan yang lebih merata bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Selama ini, akses terhadap bimbingan belajar sebagai sarana pendukung persiapan UTBK masih belum merata. Di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Tengah, fasilitas bimbel masih terbatas, bahkan cenderung tidak tersedia. Selain itu, biaya bimbel yang relatif tinggi juga menjadi kendala bagi sebagian siswa.
Melalui pelaksanaan try out UTBK gratis ini, pemerintah daerah berupaya menghadirkan alternatif pembelajaran yang dapat diakses secara luas. Siswa tidak hanya memperoleh latihan soal berkualitas, tetapi juga mendapatkan pengalaman simulasi ujian berbasis komputer yang menyerupai pelaksanaan UTBK sebenarnya.
Sejumlah peserta mengaku terbantu dengan adanya program ini. Mereka menilai kegiatan try out memberikan gambaran nyata mengenai pola soal, sistem ujian, serta membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi UTBK.
Selain itu, peserta juga menilai tingkat kesulitan soal yang diberikan cukup representatif serta sistem yang digunakan mudah diakses dan berjalan dengan baik.
Program ini dinilai mampu membantu siswa dalam mengukur kemampuan diri, mengevaluasi kekurangan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi ujian sesungguhnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak siswa, khususnya di wilayah pedalaman, yang mendapatkan akses pendidikan yang setara.
Melalui program ini, Pemprov Kalteng tidak hanya menyediakan fasilitas pembelajaran, tetapi juga membuka peluang yang lebih adil bagi seluruh siswa untuk bersaing dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kolaborasi dengan pihak penyedia platform pendidikan turut memperkuat kualitas pelaksanaan, sehingga diharapkan tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman di Kalimantan Tengah.
