InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Warga yang tinggal di RT 18 dan RT19 Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun, sempat kebanjiran akibat tingginya curah hujan yang terjadi pada Senin (3/6) malam. Drainase yang ada di sekitar lokasi tidak lagi mampu menampung debit air.
Bahkan, luapan air hujan tersebut sempat meluber ke badan jalan dan merendam perumahan warga yang berada di Jalan Prakusumayuda Gang Mawar. Ketinggian luapan tersebut kurang lebih sekitar 10 centimeter.
Lurah Mendawai M.Aswin Musani kepada awak media mengungkapkan bahwa kelurahan langsung berkoordinasi dengan relawan Huma Singgah Itah dan langsung memeriksa dan menemukan penyebab genangan air.
“Banjir karena drainase tidak dapat menampung air dari curah hujan, sehingga meluap dan sudah dilakukan upaya penyedotan oleh tim relawan. Saat ini banjir sudah berangsur surut,” ujar Lurah Mendawai.
Disampaikan lurah, pihaknya sudah membersihkan sampah di drainase minggu lalu untuk mengantisipasi terjadinya banjir, namun karena drainase terlalu kecil dan dangkal sehingga tidak mampu menampung air hujan.
“Sampahnya banyak sekali. Ada kayu, botol dan plastik. Sampah-sampah itu masuk ke saluran, semua sudah kami bersihkan ” kata Lurah Aswin Musani.
Sementara itu, Ketua Relawan Huma Singgah Itah menjelaskan bahwa proses penyedotan dengan menggunakan 2 mesin sedot portable dan 4 rol selang. Dibutuhkan tenaga ekstra karena di dalam drainase masih ada terdapat sampah plastik.
“Setelah tim relawan melakukan penyedotan dan membersihkan saluran, air kembali surut dan mengalir lancar,” ujar ketua relawan Muhamad Sanusi.
Di lokasi yang sama, Ali Rahmat menekankan kondisi drainase yang dinilai sudah tidak lagi memadai. Akibatnya, saluran air menjadi buntu dan air hujan tidak mengalir lancar serta berpotensi menyebabkan banjir menggenangi rumah warga.
“Untuk ke depannya dimohon dinas terkait segera meningkatkan saluran drainase yang lebih besar agar dapat menampung air hujan serta melakukan pengerukan saluran air di beberapa titik kawasan rawan banjir,” kata Anggota DPRD terpilih, Ali Rahmat.

