InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Sudah hampir 10 bulan, menara Base Transceiver Station (BTS) Kominfo di Desa Sabuai Timur, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat didirikan, namun hingga kini belum juga berfungsi dengan baik. Hal inilah yang menimbulkan kekecewaan warga setempat.
Kepala Desa Sabuai Timur Isnaini Effendi mengatakan tower BTS itu dibangun melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bekerja sama dengan Pemda setempat dan rampung pada akhir tahun 2022 silam.
“Sudah 10 bulan beroperasional tapi belum berfungsi sama kali, bahkan menghalangi sinyal lain masuk. Makanya kalo seperti itu lebih baik dinonaktifkan saja,” ujar Effendi kepada InfoPBUN, Senin (11/9/2023).
Kades Sabuai Timur menjelaskan sejatinya persoalan ini sudah berulang kali disampaikan kepada dinas terkait tetapi hingga kini belum juga mendapat solusi dari pemerintah.
Padahal, menurut Effendi, keberadaan signal seluler sangat dibutuhkan masyarakat terutama di era digital seperti sekarang ini, seperti komunikasi maupun pelayanan publik pemerintahan desa.
“Sudah disampaikan dan menyurati Diskominfo, tapi sampai sekaramg belum juga ada respons. Sinyal seluler ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan komunikasi dan urusan lain-lain,” jelasnya.
Ditambahkan Effendi, apabila jaringan seluler berfungsi dengan baik baik dapat berguna untuk memudahkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir memperkenalkan produk-produk unggulan desa ke dunia luar.
“Kita harap signal seluler setidaknya bisa sama seperti di kota. Jadi masyarakat bisa leluasa berkomunikasi, melakukan promosi hasil usaha mereka,” tukas dia.
