
InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Sejumlah wali murid mendatangi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pangkalan Bun, Rabu (8/2/2023), untuk mempertanyakan alasan pihak sekolah menggunting seragam milik anaknya.
Mereka protes lantaran pihak sekolah melakukan razia secara sepihak perihal aturan penggunaan seragam lengan panjang dan lengan pendek tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
Padahal, seragam yang digunakan oleh siswa notabene merupakan pengadaan yang dikoordinir pihak sekolah dan sudah digunakan oleh siswa selama 8 bulan terakhir.
“Semua baju terutama yang kelas 1 pengadaan dari sekolah dan pihak sekolah yang mengadakan. Sudah 8 bulan pembelajaran dan tidak ada sosialisasi kepada kami orang tua, baju ini harus lengan panjang atau lengan pendek,” ucap wali siswa Fran Iriandi, Rabu (8/2).
“Pihak sekolah yang mengadakan tetapi pihak sekolah yang menggunting. Kalo dari awal disosialisasikan kepada kami otomatis kami akan ikuti. Tiba-tiba digunting baju seragamnya maka kami konfirmasi hari ini,” sambungnya.
Menurut Fran, aksi gunting lengan baju tersebut merupakan perbuatan bullying, terlebih dilakukan di hadapan siswa lainnya yang dikhawatirkan memberikan dampak psikis.
“Perbuatan ini kan dilakukan di depan anak-anak. Ya paling tidak dari pihak sekolah memulihkan mental anak-anak kami. Karena tidak semua anak tahan dibully,” ucap dia.
Ia berharap persoalan ini segera diselesaikan agar tidak berlarut-arut. Ke depan ia juga berharap tidak ada diskriminasi terhadap siswa.
“Harapan kami kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di sekolah ini atau di sekolah lain. Karena peraturannya jelas jangan ada pengkotak-kotakan,” kata Fran.
Sementara itu, saat dimintai keterangan Kepala Sekolah SMAN 2 Pangkalan Bun menyatakan aksi gunting seragam tersebut sudah sesuai petunjuk teknis (juknis).
Tetapi saat dimintai keterangan lebih lanjut, kepala sekolah Siti Farida Oktaria berlalu pergi dengan alasan sedang ditunggu tamu di ruang kerjanya.
Rencananya, terkait kisruh ini akan dimediasi oleh pemerintah daerah. Sebab pada saat pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh pengawas sekolah.
Pertemuan ini juga dihadiri Kapolsek Arsel I Gede Suastika dan Danramil Arsel Lettu Inf Faturrachman.