InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sejak 2021 hingga Juli 2023, jumlah kasus HIV-AIDS di Kotawaringin Barat (Kobar) mencapai 165 kasus. Kendati demikian, setahun terakhir mulai mengalami penurunan signifikan menjadi 64 kasus.
Menyikapi persoalan ini, Anggota DPRD Kobar dr Erry Eryansyah mengatakan bahwa penanganan HIV/AIDS harus berdasar pada data dan situasi setempat. Hal ini dilakukan agar upaya penanganan yang dilakukan pemerintah tepat pada sasaran.
Di samping itu, lanjut Erry, instansi terkait dinilai perlu berkoordinasi dengan ahli medis, organisasi kesehatan, dan penyelenggara layanan kesehatan lokal untuk merancang strategi lebih spesifik dan efektif dalam penanganan orang dengan HIV (ODHIV).
“Jadi semua stakeholder harus bekerja sama, termasuk bisa juga mengajak LSM yang terorganisir yang terlatih dalam penanganan ODHIV, atau untuk membantu konselingnya,” ujar dokter Erry.
Tak hanya itu, di sisi lain pemerintah daerah juga perlu mendukung upaya penanganan dan pencegahan HIV dari segi penganggaran dan tak lupa mengedukasi anak-anak muda akan bahaya sex bebas maupun narkoba.
“Tapi dari semua itu adalah kesiapan dana dari pemerintah daerah untuk menjaring populasi kunci, sehingga ODHIV bisa terdata dengan baik, dan edukasi HIV harus tetap jalan,” terang Lesgilator Kobar ini.
Ditambahkan Erry, masyarakat juga dirasa perlu diberikan pemahaman bahwa ODHIV aman untuk didekati apabila rutin menjalani pengobatan ARV. Dengan begitu, para penderita HIV-AIDS tidak merasa dikucilkan.
“Kita juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang stigma ODHIV itu aman saja untuk didekati, HIV akan menular bila hanya bersentuhan apalagi ODHIV sudah mengalami pengobatan,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, stake holder yang berkepentingan diminta rutin melakukan pengecekan data, dan saling koordinasi dengan Puskesmas sebagai bagian dari pencegahan, termasuk memantau perkembangan tren di masyarakat.
“Kalo melihat grafik, ODHIV agak menurun. Jadi perlu diapresiasi untuk tim Kobar karena sudah melaksanakan program dengan baik,” pungkasnya.

