InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Motif pembacokan brutal yang dilakukan Sipriano Mario Docarmo (45) di atas Kapal Motor (KM) Awu milik PT Pelni yang terjadi pada Rabu (15/11/2023) lalu, kini mulai menemui titik terang. Pelaku disebut mengalami trauma akibat konflik masa lalu.
Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Bayu Wicaksono dalam konferensi pers, Selasa (21/11) mengungkapkan pelaku merupakan pejuang pro integrasi saat konflik Indonesia dengan Timor Timur. Hal ini dibuktikan adanya piagam penghargaan dari Pemerintah Indonesia yang diterima pelaku.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, pelaku mengalami trauma apabila melihat orang banyak dan ada orang yang menggunakan atribut mirip militer, tapi ini masih terus kita dalami,” ungkap Kapolres Kobar kepada awak media.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih menunggu tim dokter yang bertanggung jawab menangani cidera para korban amukan pelaku, lantaran korban yang luka-luka saat ini sedang menjalani perawatan medis ini rumah sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun.
Lebih lanjut terang Kapolres, dalam perkara itu, pelaku pembacokan juga meninggal dunia di tempat akibat amuk massa di dalam kapal Awu. Dari manifes penumpang tercatat menaiki kapal tersebut melalui pelabuhan Kupang.
“Informasi yang kami terima, di pelabuhan Kupang belum dilengkapi dengan X-Ray, kemungkinan senjata itu lolos pemeriksaan. Ada 2 senjata tajam yang ditemukan yakni sebilang parang dan pisau kecil yang dibawa pelaku,” terang Kapolres.
Diberitakan sebelumnya, pihak PT Pelni sempat menyatakan bahwa pelaku pembacokan di Kapal Motor (KM) Awu, Sipriano Mario Docarmo (45) terindikasi orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.
“Yang jelas bukan ODGJ, tapi lebih ke trauma. Nanti setelah para korban sudah bisa dimintai keterangan, kita akan sampaikan hasilnya,” imbuh Kapolres Kobar.

