
InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Di saat anak seusianya sudah menempuh pendidikan sekolah dasar, Rava Aditama (11) dan Ega Bintang Saputra (8) hanya bermain di sekitar rumahnya yang berada di belakang kantor Satpol PP Jalan HM Rafi’i Pangkalan Bun.
Anak pasangan Karyadi (30) dan Tyas Novitasari (28) ini terpaksa belum pernah merasakan bangku sekolah karena kesulitan ekonomi yang dihadapi kedua orang tuanya. Karyadi bekerja sebagai buruh serabutan, sementara Tiyas sebagai ibu rumah tangga.
Pasalnya, selain Rava dan Ega, pasangan asal Jawa Tengah ini juga memiliki 2 anak lainnya yaitu Ganeza Birawa Adiputra (4) dan si bungsu Aqhira Elvan Syahreza (2) yang diagnosis menderita penyakit TBC.
Kepada InfoPBUN, Tiyas Novitasari bercerita jika penghasilan suaminya hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan membayar uang sewa rumahnya yang kini tinggali bersama 4 orang anaknya tersebut.
“Iya memang tidak sekolah, kendalanya di biaya, karena kondisi dan keadaan saya tidak memungkinkan makanya sampai sekarang belum sekolah sama sekali,” ucap Tiyas.
Dijelaskan Tiyas, suaminya terkadang bekerja sebagai buruh bangunan, di kesempatan dia kadang bekerja sebagai buruh lepas membersihkan pekarangan milik orang lain.
Ia juga menerangkan bahwa selama di Pangkalan Bun, mereka tidak mempunyai sanak keluarga dan tempat mengadu. Mereka tinggal di Pangkalan Bun sudah lebih dari 3 tahun.
“Sudah KTP Kobar mas, saya ngontrak, di sini cuma perantauan saya sama suami dan anak-anak aja, ndak (tidak) ada keluarga,” tuturnya.
Dia berharap pemerintah bisa membantu pendidikan anak-anaknya agar mereka bisa menuntut ilmu seperti anak seusianya. Pasalnya, kedua orang tuanya kini belum mampu membiayai kebutuhan di bidang pendidikan.
“Kalau harapan pribadi saya besar, terutama biar anak-anak saya sukses. Pengalamannya lebih leluasa dan tidak seperti orang tuanya. Yang pastinya harapan saya anak biar sekolah nuntut ilmu seperti yang lainnya,” harap Tiyas.