InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Penyerahan bantuan pangan bagi mahasiswa terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026), tidak hanya menjadi agenda penyaluran bantuan. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran juga membuka ruang dialog langsung dengan mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di daerah.
Salah satu aspirasi disampaikan Gita Meilia Angraini, mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas PGRI Palangka Raya. Ia mengungkapkan persoalan akses pendidikan menuju SMAS Harapan Dusun Utara, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan.
Menurut Gita, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Gunung Rantau dengan Desa Marawan Lama masih sulit dilalui. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu kendala bagi anak-anak di wilayah itu untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Di situ akses jalannya susah banget. Untuk ke sekolah itu sulit. Jadi alasan anak-anak berhenti sekolah atau belum sekolah itu karena akses,” ungkap Gita di hadapan Gubernur.
Gita menyebut kondisi jalan tersebut telah mengalami kerusakan sejak sekitar 2021 dan hingga kini masih menjadi persoalan masyarakat. Ia juga menyampaikan adanya aktivitas perusahaan di kawasan tersebut, termasuk perusahaan perkebunan sawit yang disebut telah membuka akses sejak sekitar 2015 serta perusahaan lain yang mulai beraktivitas sekitar 2024.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Agustiar Sabran mengatakan akan berkoordinasi dengan bupati setempat serta memastikan terlebih dahulu status dan kewenangan penanganan jalan yang dikeluhkan mahasiswa tersebut.
Agustiar mengatakan pertemuan sengaja digelar di Istana Isen Mulang agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah daerah.
“Kenapa pertemuannya di Istana Isen Mulang, karena biar anak-anakku sekalian tahu Istana Isen Mulang dan tidak ada sekat antara yang dipimpin dan pemimpin,” tutur Agustiar.
Dalam kesempatan itu, Agustiar juga mengajak mahasiswa menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup positif, rajin berolahraga, tidak terlalu sering begadang, serta bijak menggunakan media sosial dan menyikapi informasi yang beredar.
Terkait dampak karhutla, Agustiar menegaskan bantuan tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa dari wilayah pedalaman, tetapi juga masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak.
“Sekarang semua orang terdampak karena karhutla ini. Maka dari dampak inilah kami mengambil kebijaksanaan. Bukan hanya mahasiswa pedalaman saja yang mendapat, tapi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak karhutla dipastikan insyaallah menerima bantuan dari Gubernur Kalteng,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan sebanyak 3.500 paket bantuan pangan bagi mahasiswa terdampak karhutla. Selain bahan pangan, mahasiswa juga mendapatkan multivitamin, masker KN95, serta santapan bergizi.
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan langsung kondisi dan persoalan yang mereka temui di daerah kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

