InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Lomba Desa Wisata (LODEWI) tingkat provinsi untuk pertama kalinya di tahun 2023 ini. Lomba ini bertujuan untuk menghargai kontribusi desa-desa wisata dalam mendukung industri pariwisata di wilayah Kabupaten/Kota masing-masing.
Edisi perdana LODEWI ini dibidani oleh tim dewan juri yang terdiri dari berbagai unsur pentahelix pariwisata. Tim dewan juri tersebut dipimpin oleh seorang tokoh muda asal Kumai, Kotawaringin Barat, yang dinilai kompeten dalam dunia pariwisata, H. Yomie Kamale.
Sosok Yomie Kamale dikenal banyak memberikan kontribusi signifikan di bidang pariwisata Kalimantan Tengah, serta berpengalaman luas baik di tingkat nasional, hingga ke level internasional.
Ia dipercaya bersama tim untuk memimpin penilaian dalam lomba desa wisata ini. Tugasnya tak hanya untuk memilih desa pemenang, tetapi juga untuk membangun fondasi yang kuat bagi kegiatan ini agar bisa menjadi acara prestisius di masa depan bagi desa-desa wisata di Kalimantan Tengah.
Bersama Haji Yomie, dua orang anggota Dewan Juri lainnya yaitu Dr. Kusnida Indrajaya, M.Si, seorang akademisi dan dosen di Pascasarjana Universitas Palangka Raya, serta Mickey Juanda, yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD HPI Kalimantan Tengah.
Dewan Juri telah melakukan seleksi ketat dan telah memilih 14 Desa dari 10 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Tengah menjadi finalis dalam Lomba Desa Wisata ini. Mereka juga melakukan kunjungan lapangan untuk memverifikasi dokumen serta mengevaluasi kondisi aktual di lapangan.
Penilaian didasarkan pada 6 indikator utama, termasuk aksesibilitas, akomodasi, atraksi, aktivitas, dukungan pemerintah, dan fasilitas penunjang seperti rumah makan, restoran, toko cinderamata, dan fasilitas umum.
Lomba ini bertujuan untuk mencari desa wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dapat membawa kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Lebih dari sekadar sebuah kompetisi, LODEWI memiliki misi utama yaitu meningkatkan kesadaran pemerintah desa dan masyarakat tentang pentingnya mengelola pariwisata secara berkelanjutan dan memanfaatkannya secara optimal.
Integritas serta kapabilitas dewan juri dalam menilai desa wisata ini akan sangat menentukan orientasi kegiatan mulai gelaran perdana tahun ini dan di kesempatan-kesempatan berikutnya.
Untuk diketahui, pada tahun 2022 lalu, H Yomie Kamale telah membuktikan dirinya sebagai satu-satunya anggota dewan juri nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang dipilih mewakili Pulau Kalimantan. Ia dipercaya oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bersama juri-juri profesional dari daerah lain di Indonesia untuk menjadi bagian dari tim penilai yang melakukan visitasi ke berbagai daerah di Indonesia.
Diharapkan, pengalaman level nasional beliau ini dapat dibagikan untuk kemajuan Pembangunan desa-desa wisata yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah.

