InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memperkuat kesiapsiagaan kabupaten se-Kalteng. Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi salah satu daerah penerima dengan dukungan berbagai peralatan pemadaman, mulai dari mobil tangki air hingga drone thermal.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan ke seluruh kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah untuk menunjang penanganan karhutla sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
“Kami berikan nantinya ke semua kabupaten yang ada di Kalteng,” kata Agustiar Sabran, Kamis (15/10/2026).
Untuk Kabupaten Kobar, bantuan yang dialokasikan meliputi tiga unit mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter dan lima unit kendaraan roda tiga atau tossa. Kendaraan tersebut diharapkan membantu mobilisasi air serta mendukung petugas menjangkau lokasi kebakaran.
Selain kendaraan, Kobar mendapat 23 unit pompa jinjing lengkap dengan perlengkapan pemadaman, 50 rol selang karet berdiameter 1,5 inci, 17 unit fire nozzle gun, dukungan bahan bakar minyak (BBM), serta delapan unit tangki air fleksibel berkapasitas 5.000 liter.
Dari sisi keselamatan dan dukungan operasional, bantuan juga mencakup 30 set alat pelindung diri (APD), satu unit drone thermal DJI Matrice 4 Thermal, satu unit ambulans, serta satu titik sumur bor yang dilengkapi tandon dan instalasi air.
Sementara itu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperoleh 17 unit pompa berkekuatan 23 HP, 25 rol selang pemadam berdiameter 1,5 inci, dan lima unit embung portabel. Daerah tersebut juga mendapat alokasi pembangunan 20 titik sumur bor untuk mendukung ketersediaan air selama operasi pemadaman.
Peralatan lainnya meliputi selang spiral atau selang hisap berdiameter dua inci, 17 unit nosel gun, 17 unit sambungan kopling, satu unit drone thermal DJI Matrice 4 Thermal, kendaraan roda tiga atau tossa, serta 25 set APD.
Penambahan sarana ini diharapkan memperkuat kemampuan petugas dan relawan dalam menghadapi kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air.
Meski demikian, kesiapan peralatan perlu diimbangi dengan pemeliharaan rutin, personel yang terlatih, serta koordinasi lintas instansi agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam penanganan karhutla di lapangan.
