InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESIA) Kecamatan Kotawaringin Lama menggelar aksi menyuarakan desakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bundaran Pancasila, Rabu (15/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi karhutla yang menyebabkan kabut asap dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Ketua APDESIA Kotawaringin Lama, M. Yusuf, mengatakan pihaknya mendesak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani karhutla yang masih terjadi.
Menurut Yusuf, dampak karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kegiatan belajar mengajar di sekolah hingga aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Semua terdampak, mulai dari sekolah, UMKM, hingga aktivitas masyarakat lainnya. Karena itu, kami mendesak agar ada penanganan serius terhadap karhutla ini,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar kabut asap tidak semakin mengganggu kehidupan masyarakat dan dampaknya tidak meluas.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dikabarkan berjanji akan menemui massa pada siang hari di kawasan KM 24.
Massa berharap pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong langkah konkret dalam penanganan karhutla di wilayah Kotawaringin Barat dan sekitarnya.

