InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Anggota DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Hj Aris Miaty, menekankan pentingnya peran keluarga untuk mengantisipasi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kerap terjadi di Kobar selama 5 tahun terakhir.
Menurutnya, keluarga sebagai lembaga terkecil di masyarakat perlu menciptakan rasa nyaman di rumah, mulai dari dengan tidak melakukan kekerasan fisik dan verbal terutama di antara sesama anggota keluarga. Orang tua juga harus bisa memastikan anak merasa terlindungi.
“Pentingnya peran keluarga mengingat, kasus yang menimpa anak itu kembalinya pasti ke keluarga, apalagi keluarga merupakan organisasi terkecil dalam masyarakat yang harus menjaga dan melindungi anak,” kata Aris Miaty.
“Maka dari itu pentingnya edukasi bagi keluarga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut (sosialisasi dari instansi terkait) agar ada langkah-langkah antisipatif tindak kekerasan,” sambung Politisi Golkar Kobar ini.
Untuk itu, dirinya mengaku prihatin terhadap tingginya angka kekerasan perempuan dan anak di Kobar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Berdasarkan data DP3APKB Kobar 2022 lalu, tercatat lebih dari 37 kasus.
“Saya merasa prihatin terhadap tingginya angka kekerasan perempuan dan anak di Kobar. Oleh karena itu, saya selaku legislatif ingin mengurangi dan menyelesaikan permasalahan tersebut,” ucap Hj Aris.
Legislator Kobar ini mendorong agar pemerintah daerah melalui stake holder terkait agar kembali gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk upaya pencegahan akan dampak tindak kekerasan tersebut.
“Untuk dapat mewujudkannya akan saya dorong pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terkait lebih gencar mensosialisasikan tentang bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak serta langkah-langkah antisipasinya,” pungkasnya.

