InfoPBUN, PALANGKA RAYA– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan pendistribusian Kartu Huma Betang Sejahtera kepada masyarakat terus berjalan dan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Ditargetkan, proses distribusi tersebut dapat selesai sepenuhnya sebelum lebaran.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Disikominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah dalam pertemuan Gubernur Kalimantan Tengah bersama insan pers, organisasi masyarakat, LSM, serta penyandang disabilitas yang digelar di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan bahwa setelah proses distribusi selesai, tahapan selanjutnya adalah verifikasi dan validasi data penerima di lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Pendistribusian kartu saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Maksimal besok kita pastikan sudah selesai seluruhnya. Setelah itu kita akan mengawal proses verifikasi dan validasi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk insan pers, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama mengawal program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Menurutnya, meskipun pemerintah daerah menghadapi efisiensi dan penurunan anggaran yang cukup signifikan hingga hampir 50 persen, komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan program sosial bagi masyarakat tetap kuat.
“Walaupun kami memahami secara teknis di lapangan tidak mungkin memuaskan semua pihak, namun komitmen Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur untuk menyukseskan program sosial kemasyarakatan tetap kuat,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk mendukung program Kartu Huma Betang Sejahtera.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan tunai dan bantuan pangan, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai program bantuan lainnya yang akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah.
Salah satunya adalah akses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengalokasikan bantuan iuran BPJS bagi sekitar 650 ribu jiwa masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Selain itu, melalui program tersebut juga disiapkan dana darurat kesehatan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat medis namun belum terdaftar sebagai peserta BPJS.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan berbagai program kesejahteraan masyarakat meskipun terjadi efisiensi anggaran.
Menurutnya, kondisi penurunan anggaran yang cukup signifikan tidak menjadi alasan untuk menghentikan program-program sosial yang telah dirancang bagi masyarakat.
“Memang kita menghadapi penurunan anggaran yang cukup besar, namun komitmen pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa program Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan akses terhadap berbagai program bantuan, baik bantuan sosial, layanan kesehatan, maupun program kesejahteraan lainnya.
“Kami ingin memastikan masyarakat Kalimantan Tengah mendapatkan perlindungan sosial yang layak melalui berbagai program yang telah disiapkan pemerintah daerah,” kata Agustiar.
Ia juga berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak lainnya agar program tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

