InfoPBUN, PALANGKA RAYA– Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawas SMA, SMK, dan SKH se-Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Berkah, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin Plt. Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Reza Prabowo dan diikuti 45 pengawas dari seluruh kabupaten/kota.
Dalam arahannya, Reza menegaskan bahwa pengawas memiliki peran strategis dalam menjaga mutu pendidikan, tidak hanya sebagai pengontrol, tetapi juga terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Fungsi pengawas mencakup seluruh siklus manajemen pendidikan, dari perencanaan sampai evaluasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi anggaran pendidikan Kalteng yang mengalami penurunan signifikan dari Rp2,3 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp1,3 triliun di tahun 2026. Hal ini menuntut seluruh pihak untuk menyusun prioritas secara tepat.
Menurutnya, fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan sekitar 99 ribu siswa, diikuti peningkatan kesejahteraan dan kapasitas sekitar 10 ribu guru.
Reza turut mengungkap bahwa sebelumnya terdapat ketimpangan dalam pemberian biaya pengawasan di sekolah. Namun kini hal tersebut telah dibenahi melalui pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi pengawas.
Meski kesejahteraan meningkat, ia menegaskan bahwa kinerja juga harus ikut ditingkatkan.
“Kesejahteraan kita naik, tapi harus diikuti dengan progres kerja yang jelas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengawas merupakan perpanjangan tangan dinas di lapangan dan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kualitas pendidikan.
Menutup arahannya, Reza mengajak seluruh pengawas untuk bekerja dengan penuh dedikasi dan bukan sekadar formalitas.
“Kalau hanya formalitas, pendidikan tidak akan maju. Pengawas harus benar-benar hadir dan memberi dampak,” pungkasnya.
Rakor ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pengawas dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat kolaborasi antara pengawas dan Disdik Kalteng demi kemajuan generasi muda.

