InfoPBUN, PALANGKA RAYA-Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bidang Industri menggelar Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Sumber Daya Lokal dan Potensi Daerah (Makanan Ringan) serta Pelatihan Pengemasan Produk di Aula Bapelkes Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 April 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, mendorong kreativitas diversifikasi produk, meningkatkan pemahaman mengenai teknik pengemasan yang baik dan menarik, serta menciptakan wirausahawan baru.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah, Norhani, membuka secara resmi kegiatan yang diikuti 30 peserta untuk pelatihan diversifikasi produk olahan dan 25 peserta untuk pelatihan pengemasan produk. Seluruh peserta berasal dari Kota Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Norhani menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan potensi pangan lokal dan diversifikasi konsumsi pangan sebagai bagian dari strategi mewujudkan sistem pangan nasional yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
“Pemerintah terus mendorong penguatan potensi pangan lokal dan diversifikasi konsumsi pangan sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan sistem pangan nasional yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras maupun bahan pangan impor, sekaligus menjadi solusi menghadapi berbagai tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan dunia.
Norhani menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara megabiodiversitas dengan sumber daya alam yang melimpah, seperti umbi-umbian, jagung, sagu, dan aneka kacang-kacangan yang memiliki nilai gizi tinggi serta berpotensi menjadi alternatif konsumsi masyarakat.
“Potensi Indonesia sebagai negara megabiodiversitas menjadi modal utama dalam mendukung transformasi sistem pangan. Sumber daya alam yang melimpah memiliki nilai gizi tinggi dan dapat menjadi pilihan konsumsi masyarakat yang lebih sehat dan beragam,” katanya.
Selain pengolahan produk, Norhani juga menekankan pentingnya pengemasan sebagai salah satu faktor yang menentukan nilai jual suatu produk. Menurutnya, pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) perlu memiliki kemampuan inovasi, kreativitas, dan keterampilan dalam mengemas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kemasan produk saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai identitas dan daya tarik utama bagi konsumen. Karena itu, pemahaman mengenai desain kemasan, informasi produk, hingga standar keamanan pangan menjadi sangat penting bagi pelaku usaha,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan Industri Kecil dan Menengah agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah instruktur dan narasumber, di antaranya Puji Rahayu dari Purayu Cakery, Vina Liani dari Vienkha Cake and Pudding, serta Anthony Syaloom dari Rumah Kemasan Kalteng

