INFOPBUN, PANGKALAN BUN – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang terus bergerak aktif dan konsisten mengajak masyarakat untuk berperan dalam pengelolaan sampah.
Langkah ini dinilai sangat penting, dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat, di tengah meningkatnya perhatian nasional terhadap persoalan sampah.
Anggota Komisi C DPRD Kobar, Muhammad Yasir Fajar Afrizal menyampaikan, bahwa kegiatan yang dilakukan DLH merupakan upaya nyata, menjaga lingkungan hidup agar tetap bersih dan sehat.
“Kami sampaikan apresiasi yang tinggi untuk DLH Kobar yang tanpa kenal lelah bergerak aktif dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini sangat penting, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap kesehatan. Semoga DLH terus meningkatkan upaya pengelolaan sampah dan menjadi contoh bagi masyarakat, untuk hidup lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujarnya, Kamis (24/10/2025).
Fajar yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kobar mengungkapkan, berdasarkan data dari DLH, jumlah timbulan sampah dari enam kecamatan di Kobar mencapai 51.608,18 ton per tahun.
Sementara itu, rata-rata timbulan sampah per hari mencapai 141,39 ton, dengan sekitar 97,5 ton di antaranya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurutnya, gerakan pengelolaan sampah yang digalakkan oleh DLH merupakan langkah strategis dalam upaya pengurangan sampah agar tidak terus menumpuk di TPA.
“Jika tidak dimulai dari sekarang, maka TPA akan menjadi gundukan sampah. Karena itu, langkah DLH melibatkan desa dan kelurahan dalam pengelolaan sampah sudah sangat tepat,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan proses terpadu mulai dari pengumpulan, pengangkutan, pengolahan hingga daur ulang sampah.
Proses ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) harus menjadi pedoman dalam kegiatan pengelolaan sampah.
“Sampah yang dipilah dengan baik bisa bernilai ekonomi. Saat ini sudah banyak kelompok masyarakat yang tergabung dalam bank sampah binaan DLH. Untuk itu, kami harap seluruh masyarakat mendukung program pengurangan sampah dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan warga,” tuturnya.
Selain itu, Fajar menilai pentingnya mengubah pola kebiasaan masyarakat dalam penggunaan plastik serta membiasakan diri melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar sampah di Kobar berasal dari rumah tangga, sehingga kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan.
“Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Kalau masyarakat bisa melakukan ini secara rutin, maka volume sampah ke TPA akan berkurang signifikan,” pungkasnya

