InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Sebanyak enam jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun menuju Banjarmasin, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 09.40 WIB.
Enam jenazah tersebut ditemukan pada Kamis (1/10/2026). Lima jenazah ditemukan di perairan Tanjung Puting, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sedangkan satu jenazah lainnya ditemukan di wilayah Kabupaten Sukamara.
Sebelum diterbangkan ke Banjarmasin, keenam jenazah terlebih dahulu menjalani proses dekontaminasi setelah dievakuasi dari lokasi penemuan. Selanjutnya, jenazah disimpan di ruang pendingin RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Proses pemindahan jenazah dari mobil jenazah menuju helikopter dilakukan personel Basarnas dan BPBD Kobar dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, proses evakuasi dilakukan oleh Komandan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Basarnas Letkol Pnb Nurfi Ahmad Mauludin bersama tiga kru.
“Tim Basarnas melaksanakan misi mengevakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun ke Banjarmasin sebagai posko utama pencarian korban,” ujar Nugroho.
Diketahui, KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Masalembo pada 13 September 2026. Hingga Jumat (2/10/2026), proses pencarian korban telah memasuki hari ke-20 pascakejadian.
Dari total 243 penumpang, sebanyak 188 orang telah ditemukan dan dievakuasi. Mereka terdiri dari 108 korban selamat dan 80 korban meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 55 korban masih dalam pencarian.
Nugroho menjelaskan, keenam jenazah dibawa ke Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh Polda Kalimantan Selatan.
“Jenazah akan dilakukan identifikasi oleh Polda Kalsel untuk memastikan identitas masing-masing korban, kemudian diserahkan kepada keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, proses pencarian dan evakuasi korban merupakan bentuk sinergi antara Basarnas, Lanal, Polairud, BPBD dan instansi terkait lainnya.
“Ini adalah salah satu bentuk sinergitas dan kerja sama yang baik antara Basarnas, Lanal, Polairud dan instansi terkait untuk membantu memberikan jawaban kepada keluarga korban,” katanya.
Ia menambahkan, setiap korban yang berhasil ditemukan memberikan harapan bagi keluarga yang masih menunggu kepastian.
“Dengan ditemukannya jenazah ini membawa secercah harapan. Walaupun hanya jasad, setidaknya membuat keluarga korban lebih tenang karena bagian dari keluarganya telah ditemukan,” pungkasnya.

