InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Usaha pembuatan batako di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tidak dapat berproduksi dan terancam merumahkan karyawannya akibat pengusaha kesulitan mendapatkan bahan tambang pasir yang menjadi komoditas utama.
Salah satu pengusaha batako di Pangkalan Bun, Erdiansyah mengungkapkan kelangkaan pasir tersebut sudah berlangsung selama 5 hari terakhir, terpatnya sejak tanggal 4 Juli 2024 lalu. Penyebabnya, karena pengusaha galian C menghentikan aktivitasnya.
“Kami sama sekali tidak dapat memproduksi batako sama sekali karena habis bahan baku dan tidak ada yang jual. Untuk sementara ini karyawan terpaksa tidak berkerja dulu,” ucap Erdi kepada InfoPBUN, Rabu (10/6/2024).
Erdi mengaku tidak mengetahui secara persis akar permasalahan aktivitas tambang pasir dihentikan, namun dirinya berharap ada solusi dari pemerintah supaya tidak mengganggu kelancaran ekonomi daerah.
“Yang terganggu bukan cuma batako aja, mereka perumahan, bahkan proyek pemerintah juga bisa stop kalau kayak gini terus. Ya secepatnya perlu ada solusi,” tegasnya.
Tidak hanya itu, disebutkan pula mayoritas sopir truk pengangkut pasir tidak berkerja sebab tidak adanya muatan. Informasi yang dihimpun, aktivitas penambangan pasir berhenti total karena adanya razia yang dilakukan aparat berwajib.
“Informasi seperti itu, tapi perlu ada jalan keluar soalnya ini menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk sopir truk. Pemda harus turun tangan,” tegas Erdiansyah.

