InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Mentaya–Katingan dan Wilayah Sungai Jelai–Kendawangan menggelar Sidang Pleno I Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai II Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang terpadu, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Dalam laporan pelaksanaan, PPK PSDA BWS Kalimantan II TKPSDA Iskandar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari dua keputusan Menteri Pekerjaan Umum terkait pembentukan TKPSDA di dua wilayah sungai strategis tersebut.
“Sidang pleno ini dilaksanakan selama satu hari dengan peserta dari unsur pemerintah dan nonpemerintah, baik secara langsung maupun daring. Jumlah peserta sebanyak 26 orang dari TKPSDA Wilayah Sungai Mentaya–Katingan dan 38 orang dari TKPSDA Wilayah Sungai Jelai–Kendawangan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Ketua TKPSDA, Syahfiri, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air membutuhkan pendekatan terpadu dan kolaboratif antar pemangku kepentingan.
“Sumber daya air memiliki karakter dinamis dan saling berkaitan dengan sumber daya alam lainnya, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, TKPSDA berperan sebagai wadah koordinasi dalam membahas berbagai isu strategis, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan sumber daya air.
“Selain itu, Wilayah Sungai Mentaya–Katingan merupakan wilayah sungai strategis nasional, sedangkan Wilayah Sungai Jelai–Kendawangan merupakan wilayah sungai lintas provinsi antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,” lanjutnya.
Dalam sidang pleno tersebut, peserta membahas penyusunan program kerja lima tahunan dan tahunan, pembagian komisi isu strategis, serta tata tertib persidangan.
Melalui forum ini, diharapkan sinergi antar anggota TKPSDA dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur BWS Kalimantan II, jajaran Bapperida Provinsi Kalteng, serta anggota TKPSDA dari unsur pemerintah dan nonpemerintah

