InfoPBUN, PALANGKA RAYA– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat sinergi dalam pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Manggatang Tarung, Lantai II DPUPR Kalteng, Rabu (19/8/2026).
Sidang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Anang Dirjo. Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalteng yang dibacakannya, disampaikan bahwa kekayaan sumber daya alam merupakan modal strategis bagi pembangunan daerah berkelanjutan.
Namun, pengelolaan sumber daya air menghadapi berbagai tantangan, seperti cuaca ekstrem, kemarau panjang, alih fungsi lahan, hingga meningkatnya kebutuhan air.
“Tidak diragukan lagi, Provinsi Kalimantan Tengah adalah wilayah dengan sumber daya alam yang berlimpah. Keunggulan ini merupakan modal strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Namun, potensi tersebut juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang perlu kita kelola dengan cermat,” ujarnya.
Pembahasan sidang difokuskan pada penguatan sinergi pengelolaan sumber daya air yang adaptif terhadap perubahan iklim untuk meningkatkan ketahanan air dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, pengelolaan tersebut perlu berpedoman pada prinsip konservasi, pendayagunaan air secara bijak, serta pengendalian daya rusak air.
Sementara itu, Sekretariat DSDA Kalteng melalui Muhtaram mengatakan sidang bertujuan memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan sekaligus menghasilkan rekomendasi dan rumusan kebijakan strategis bagi Pemprov Kalteng.
“Sidang ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan rumusan kebijakan strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan pengelolaan sumber daya air,” ujarnya.
Sidang menghadirkan narasumber dari Dewan Sumber Daya Air Nasional, Dinas ESDM Kalteng, Stasiun Meteorologi Kelas I Cilik Riwut Palangka Raya, serta BPBD dan Damkar Kalteng.

