InfoPBUN, LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau secara resmi menetapkan perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamandau menjadi RSUD Gusti Abdul Gani. Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, pada bulan Juli 2025, sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu pahlawan lokal yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan di wilayah Lamandau.
Keputusan ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga wujud penghargaan atas semangat perjuangan dan pengorbanan putra daerah yang turut membela tanah air dari penjajahan. Nama Gusti Abdul Gani kini diabadikan sebagai simbol keteladanan, keberanian, dan semangat pengabdian bagi masyarakat Lamandau.
Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui siapa sosok Gusti Abdul Gani. Secara singkat, Gusti Abdul Gani adalah salah satu pejuang lokal yang bergabung dalam Pasukan MN 1001, kelompok pejuang Kalimantan yang berjuang bersama Tjilik Riwut dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari ancaman pasukan Belanda (NICA) pada tahun 1946.
Pada tahun tersebut, Tjilik Riwut, tokoh nasional asal Kalimantan Tengah, datang ke wilayah Nanga Bulik yang saat itu masih berupa daerah pedalaman dengan misi penting: mengorganisasi kekuatan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menolak kembalinya kekuasaan kolonial. Ia membentuk barisan pertahanan rakyat dan memperkuat Pasukan MN 1001, yang sebagian besar beranggotakan pemuda-pemuda dari berbagai kampung di wilayah Lamandau.
Di antara para pemuda itu, salah satunya ialah Gusti Abdul Gani bin Gusti Asma, pejuang asal Kampung Kujan yang dikenal berani dan setia dalam memperjuangkan tanah kelahirannya. Dalam sebuah serangan mendadak yang dilakukan oleh pasukan Belanda, Gusti Abdul Gani gugur sebagai pahlawan, dan kini dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Kujan.
Melalui penetapan nama RSUD Gusti Abdul Gani, Pemerintah Kabupaten Lamandau ingin menghadirkan kembali jejak sejarah perjuangan lokal agar generasi muda tidak melupakan jasa para pahlawan daerah. Nama tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan kemajuan yang dirasakan hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan putra-putri terbaik daerah.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penamaan RSUD dengan nama tokoh lokal adalah bentuk penghargaan yang layak diberikan kepada sosok yang telah berjasa bagi bangsa dan daerah. “Kita ingin semangat perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat Lamandau dalam memberikan pelayanan terbaik bagi sesama,” ujarnya.
Dengan demikian, RSUD Gusti Abdul Gani tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga monumen hidup yang menandai rasa hormat dan kebanggaan atas nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan cinta tanah air yang diwariskan oleh para pendahulu Lamandau.

