InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung rapat koordinasi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Pertemuan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penanganan karhutla, sekaligus memastikan kebutuhan personel maupun sarana dan prasarana di lapangan dapat terpenuhi.
Selain Kalimantan Tengah, penanganan karhutla juga menjadi perhatian pemerintah di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan perkembangan penanganan karhutla sekaligus membahas langkah penguatan operasi di lapangan. Presiden memastikan pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kalteng.
Hingga 22 Agustus 2026, tercatat sebanyak 19.992 titik panas atau hotspot dan 1.639 kejadian karhutla di Kalimantan Tengah. Luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare, dengan melibatkan sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah terus melakukan berbagai langkah mitigasi agar kebakaran tidak semakin meluas. Penguatan dilakukan melalui penambahan helikopter water bombing, pompa air, mobil tangki, mobil pemadam, alat berat, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.
“Kita setiap hari menambahkan helikopter, alat-alat, mesin untuk air, dan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Jadi, saya berharap kita segera bisa kembali mengendalikan situasi,” kata Presiden Prabowo.
Tak hanya sarana dan prasarana, pemerintah juga menambah kekuatan personel di lapangan. Sekitar tiga batalion TNI atau kurang lebih 1.200 prajurit dari Pulau Jawa akan diperbantukan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Presiden juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembukaan maupun pengelolaan lahan dengan cara yang berpotensi memicu kebakaran.
Penegakan hukum juga akan dilakukan terhadap individu maupun korporasi yang terbukti menyebabkan kebakaran. Namun, proses hukum tersebut tetap harus berdasarkan bukti serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemerintah juga mendorong pembukaan lahan tanpa membakar. Dukungan diberikan melalui penyediaan sarana, termasuk alat berat seperti ekskavator, sehingga masyarakat memiliki alternatif dalam membuka dan mengelola lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi perhatian dan dukungan Presiden Prabowo terhadap penanganan karhutla di Kalteng.
Menurut Agustiar, kehadiran langsung Presiden di Kalteng menjadi penyemangat bagi seluruh unsur yang terlibat sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kalau kita lihat dari data yang ada, memang titik panas cukup tinggi, tetapi kejadian karhutla terus kita tekan. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk saat El Nino, kondisinya menunjukkan tren yang lebih baik,” ujar Agustiar.
Ia menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat.
“Ini berkat kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, relawan, dan masyarakat,” jelasnya.
Agustiar menambahkan, dukungan pemerintah pusat juga terus diperkuat melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk ekskavator serta pembangunan sekitar 1.000 sumur bor di wilayah yang membutuhkan.
Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pemadaman dan pengendalian karhutla.
“Yang paling penting adalah ketersediaan air. Dukungan pembangunan sekitar 1.000 sumur bor sangat membantu mempercepat penanganan karhutla di lapangan,” katanya.
Pemprov Kalteng juga terus memperkuat upaya pencegahan, salah satunya melalui rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaannya masih menyesuaikan kondisi atmosfer dan perkembangan cuaca di wilayah Kalimantan Tengah.
Dengan penguatan personel, penambahan peralatan, penyediaan sumber air, operasi udara, serta peningkatan upaya pencegahan dan penegakan hukum, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalteng dapat semakin cepat dan efektif sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.

