INFOPBUN, PALANGKARAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen pelaksanaan Reforma Agraria melalui Rapat Integrasi Penataan Aset dan Akses serta Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) 2025, yang digelar di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalteng, Selasa (30/9/2025).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng, Herson B. Aden, mewakili Gubernur H. Agustiar Sabran membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pentingnya Reforma Agraria sebagai agenda strategis nasional.
“Pelaksanaan GTRA bertujuan mewujudkan kelembagaan sebagai payung Reforma Agraria agar mampu mempercepat penataan aset dan akses yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Herson.
Ia menegaskan, Reforma Agraria tidak boleh berhenti di tataran administratif, melainkan harus menghasilkan output nyata hingga outcome yang memperkuat akses masyarakat terhadap sumber perekonomian.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Kalteng Fitriyani Hasibuan memaparkan kondisi pelaksanaan Reforma Agraria di provinsi ini. Menurutnya, keterbatasan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) masih menjadi tantangan utama karena 78,43 persen wilayah Kalteng merupakan kawasan hutan.
“Reforma Agraria di Kalteng masih didominasi pelepasan kawasan hutan melalui SK Biru. Pemanfaatan tanah terlantar belum berjalan optimal, padahal ada 1.432 desa yang sudah lama berada di dalam kawasan hutan,” jelas Fitriyani.
Ia menambahkan, keberadaan GTRA mendukung program kerja Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, termasuk memperkuat ekonomi desa sesuai Asta Cita ke-6 RPJMN 2025–2029.
Fitriyani juga memaparkan capaian GTRA 2025, di antaranya pendataan TORA di Kabupaten Sukamara yang bersumber dari konflik agraria lahan transmigrasi serta pendampingan budidaya perikanan di Desa Bangun Jaya.
“Melalui sinergi pemerintah daerah dan instansi terkait, tanah kosong diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga Reforma Agraria benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Acara turut dihadiri FORKOPIMDA, Pj. Sekda Kota Palangka Raya Arbert Tombak, serta sejumlah kepala OPD terkait.

