InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Falmira De Yesus (38), korban terkaman buaya di Desa Air Hitam Besar Kalimantan Barat, kini dirawat di Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun. Ia mengalami patah tulang dan luka robek di beberapa bagian tubuh.
Direktur RSSI Pangkalan Bun dr Fachruddin mengungkapkan korban tiba di rumah sakit pada Kamis (27/7/2023) lalu. Setibanya di rumah sakit, perempuan itu langsung dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD), sebab luka yang dialami korban terbilang cukup parah.
“Lukanya di tangan kanan. Hasil rontgennya patah tulangnya, serta luka di bagian paha kanan, tungkai bawah kanan. Masuk kondisi luka parah,” ujar pria yang akrab disapa dokter Unding ini, Minggu (30/7/2023).
Lebih lanjut katanya, tim medis rumah sakit berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa korban. Pasalnya, korban sempat kehilangan banyak darah akibat terkaman hewan buas tersebut. Kini, korban sudah masuk di ruang perawatan.
“Dari awal masuk langsung tindakan, termasuk transfusi darah. Rawat luka dan jahit yang robek. Sekarang korban berada di ruangan Beringin kelas 1 untuk mendapat perawatan,” tutur dr Fachruddin.
Dikutip dari Suara Pempred Kalbar, korban diterkam buaya ketika mengisi tangki penyemprotan di kebun sawit milik PT BNS. Korban merupakan warva asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolres Ketapang AKBP Tommy Ferdian melalui Kapolsek Kendawangan IPTU Faldo Yefri Oktavianus mengatakan korban sempat di dalam parit selama kurang lebih 60 menit di bawah penguasaan sang buaya.
“Seketika korban langsung diterkam dan ditarik masuk ke dalam sungai, bahkan korban juga sempat ditenggelamkan oleh buaya selama satu jam lebih,” katanya.
Faldo melanjutkan, saksi yang melihat kejadian langsung berteriak meminta pertolongan kepada karyawan panen yang berada di sekitar dan menelpon semua keluarga untuk segera datang ke tempat kejadian.
Akhirnya, korban bisa diselamatkan dengan cara menarik tangan korban dan mengangkat korban ke darat. Nyawa korban dapat terselamatkan.
“Korban yang diselamatkan langsung mendapat perawatan medis di klinik perusahaan, namun karena kondisi luka parah disekujur tubuh akibat gigitan buaya tersebut korban dirujuk ke RS Imanudin Pangkalanbun untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” tuturnya.
Akibat kejadian ini, Faldo mengimbau kepada para pekerja kebun sawit agar tetap berhati-hati dalam bekerja dan selalu mengutamakan keselamatan.
“Untuk pihak perusahaan kita mengimbau untuk memonitoring wilayah perusahaan yang sekiranya masih ada ditemukanya hewan liar yang membahayakan para pekerja sekitar,” tukasnya.

