InfoPBUN, TANGGERANG – Suasana duka menyelimuti keluarga besar PT Najah Hurrahman setelah salah satu jemaah hajinya, Hj. Ngatemi (55 tahun), wafat tak lama setelah tiba di Tanah Air. Almarhumah menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Sitanala, Tangerang, pada pukul 17.15 WIB, Rabu (11/6) usai dirawat intensif selama satu hari.
Direktur PT Najah Hurrahman, H. Muhammad Rakhman Ebol, menyampaikan bahwa kondisi almarhumah menurun drastis menjelang kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta.
“Sekitar setengah jam sebelum landing, almarhumah sempat kehilangan kesadaran. Setelah mendarat, tim medis segera menangani karena gula darah beliau naik secara tiba-tiba. Beliau langsung dilarikan ke RS Sitanala dan dirawat, namun Allah lebih sayang kepada beliau,” ujar H. Rakhman kepada InfoPBUN, Rabu (11/6)).
Selama menjalani ibadah haji, almarhumah dikenal sebagai sosok yang ramah, mudah tersenyum, dan senang berbaur dengan jemaah lainnya. Menurut penuturan H. Rakhman, seluruh rangkaian ibadah haji almarhumah telah ditunaikan dengan sempurna.
“Semua syarat, rukun, dan wajib haji beliau kerjakan dengan baik. Ibu Hj. Ngatemi sangat semangat menjalankan ibadahnya. Kami semua merasa kehilangan,” tambahnya.
Almarhumah Hj. Ngatemi sebelumnya pernah berdomisili dan bertugas di kebun sawit di kawasan Asam Baru, Seruyan, Kalimantan Tengah. Meskipun memiliki kedekatan dengan Pangkalan Bun, pihak keluarga memutuskan untuk memulangkan jenazah ke kampung halamannya di Pekanbaru, Riau untuk dimakamkan di sana esok Kamis (12/6).
“Kita doakan beliau husnul khatimah, dan Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup H. Rakhman.
PT Najah Hurrahman mengajak seluruh masyarakat dan jemaah untuk turut mendoakan almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

