InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Anggota DPRD Kotawaringin Barat, dr Erry Eryansyah mengungkapkan bahwa insentif dokter umum maupun spesialis yang bertugas di Bumi Marunting Batu Aji masih tergolong rendah jika dibanding dengan kabupaten lain.
Persoalan ini sejatinya sudah sering disampaikan kepada pemerintah daerah dalam setiap rapat pembahasan bersama organsiasi dokter setempat, namun hingga kini belum juga terealisasi karena terkendala kemampuan keuangan daerah.
“Saya di legislatif sudah menyampaikan permohonan dari pihak IDI yang meminta kenaikan insentif para dokter umum dan spesialis yang tidak pernah naik sejak beberapa tahun yg lalu,” ungkapnya, Rabu (13/11/2023).
Padahal, sambung Erry, rumah sakit sultan Imanuddin merupakan rumah sakit rujukan di Kalteng. Tentu memiliki beban kerja yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di sekitarnya.
Belum sesuainya insentif itu lah disinyalir menjadi penyebab daerah kesulitan untuk mencari dokter spesialis yang mau bertugas di rumah sakit maupu puskesmas di Kobar.
Meski begitu, dirinya tidak mengungkap berapa besaran insentif yang diterima dokter setiap bulannya.
“Insentif dokter spesialis kita paling rendah di kabupaten lain, padahal RS Imanudin adalah rumah sakit rujukan dari beberapa kabupaten, tapi insentif mereka justru lebih kecil dari Kabupaten Lamandau, gara-gara itu juga kita kehilangan dokter spesialis bedah saraf,” beber Erry.
Untuk itu, dia berharap persoalan ini menjadi perhatian Pemda karena menyangkut pelayanan kesehatan untuk masyarakat secara luas.
