PANGKALAN BUN – Harga beras yang melonjak di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuat warga kurang mampu kian tertekan. Harga kebutuhan pokok tersebut kini sudah mencapai harga Rp 18 ribu per kilogram.
Sejumlah pihak terus berupaya meringankan beban warga yang kesulitan membeli beras, seperti yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Darul Al-Hikmah, Sutrisno membagikan bantuan berupa paket sembako kepada petugas kebersihan.
Sebanyak 184 paket sembako tersebut dibagikan kepada petugas kebersihan di kediaman Sutrisno di Jalan Jendral Sudirman, Gg Sarman, RT.15, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Minggu pagi (25/2).
Salah petugas kebersihan, Nurdin menyampaikan ungkapan terima kasih dan senang ketika mendapatkan bantuan berupa paket sembako yang terdiri dari beras 5 kilogram, 1 liter minyak goreng dan gula 1 kilogram tersebut.
“Alhamdulillah, beras mahal, kita tertolong,” ucap Nurdin.
Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Al-Hikmah, Sutrisno mengungkapkan, bahwa penerima manfaaat harus ikut aturan menunggu antrean supaya tidak ada salah paham antar satu dengan yang lainnya.
“Bantuan ini diberikan dengan dara petugas kebersihan yang terdapat di Pangkalan Bun, hal ini dilakukan agar tepat sasaran,” tutur Sutrisno atau akrab yang disapa Gus Sutris.
Menurut Gus Sutris, momen ini bersamaan dengan hari yang baik yakni Nisfu Sya’ban, untuk memberikan contoh yang nyata keutamaan berbagi dengan menyalurkan ratusan paket sembako. Sedekah yang diberikan kepada petugas kebersihan ini mengingat peran mereka yang turut berjasa menjaga kebersihan Kota Pangkalan Bun.
“Bisa kita lihat bersama, Kota Pangkalan Bun bersih dan rapi, sehingga enak dipandang dan nyaman ini berkat kerja petugas kebersihan, sehingga kami sangat perduli dengan bapak ibu petugas kebersihan ini,” pungkasnya.
