InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Pengusaha nasional asal Kalimantan Tengah, H Abdul Rasyid, mengomentari soal harga tiket pesawat domestik tujuan Pangkalan Bun dinilai terlampau mahal untuk masyarakat umum. Bahkan lebih mahal dari penerbangan internasional.
Ia berharap persoalan harga tiket ini menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menurutnya, selain harga yang tak wajar, banyak calon penumpang juga kerap kesulitan mendapatkan tiket.
“Daerah kita ini baru berkembang dan maju tetapi harga tiket dan penerbangannya sangat mahal, habis itu langka lagi tiketnya. Pesan berminggu-minggu baru dapat”
“Tolong Pak Menteri Perhubungan sedikit kasih perhatian untuk kami, biar daerah kami tidak makin sulit penerbangan. Ini sepertinya dimonopoli satu penerbangan saja (maskapai),” ucap H Abdul Rasyid.
Dikatakan Abdul Rasyid, melihat kondisi yang ada seharusnya penerbangan ke Pangkalan Bun diisi banyak maskapai seperti daerah lain, namun faktanya kini malah hanya dikuasai oleh 1 maskapai.
“Padahal di sini sudah bisa masuk Wings, Citilink, dulu ada Kalstar. Sekarang Nam Air aja yang monopoli. Kasian sekali daerah kita ini, sedih sekali. Padahal daerah lain banjir dengan pesawat penerbangan antar provinsi,” bebernya.
“Harga tiket bisa sampai 3 juta, ke Singapura saja tidak sampai segitu. Jadi ini aneh bin ajaib, tapi ini terjadi di Pangkalan Bun. Jadi tolong Menteri Perhubungan perhatikan daerah kami,” tegas pemilik CBI Group ini.

