InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan target zero accident serta zero fatality di Kalimantan Tengah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Tahun 2026 di Graha Bhayangkara Polda Kalteng.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Kalteng sebagai provinsi terluas di Indonesia memiliki tantangan besar di sektor transportasi dan keselamatan jalan. Tingginya aktivitas investasi, mobilitas masyarakat, hingga kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah menjadi faktor yang memengaruhi tingginya risiko kecelakaan.
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat lebih dari seribu kasus kecelakaan lalu lintas di Kalteng, dengan sekitar 25 persen korban meninggal dunia. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurut Gubernur, keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi, tetapi membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, dunia usaha, hingga masyarakat.
Ia meminta seluruh pihak melakukan pemetaan terhadap titik rawan kecelakaan, jalan rusak, kawasan minim penerangan, hingga kendaraan ODOL yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya edukasi tertib berlalu lintas, penguatan penegakan hukum, peningkatan kualitas infrastruktur jalan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pengawasan lalu lintas.
Kapolda Kalteng, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa forum ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor demi menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Menurutnya, tingginya angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan langkah penanganan berkelanjutan dan lebih terintegrasi.
Melalui forum ini, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat melahirkan langkah konkret guna meningkatkan keselamatan transportasi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

