InfoPBUN, KUMAI–Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Arut Selatan (Arsel) mendampingi KH Moh Hilmi Hanawi dari Sampang, Madura untuk melakukan ziarah ke makam Saifan bin Sito (Ka’i Bagong), serta para tokoh pendiri Kumai Habib Usman bin Hasan Al-Habsyi (Pangeran Bendahara I) dan Habib Zainal Abidin (Pangeran Bendahara II) di Kumai, Jumat pagi (26/4).
Ketua FKUB Arsel, H. Gusti Kadran menyampaikan, ziarah ini merupakan untuk mengenang jasa perjuangan Ka’i Bagong, Pangeran Bendahara I dan Pangeran Bendahara II, seperti yang disampaikan Presiden Indonesia pertama Soekarno “Jas Merah” yang artinya jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
“Sejarah dari bahasa Arab itu yang berarti pohon, bahkan hari ini kita bisa menikmati berbagai macam fasilitas yang Allah ciptakan di tempat ini, karena sebelumnya ada orang yang membangun dan berjasa di tempat ini, sekarang mereka tidak ada lagi, hanya tinggal makam para Raja dan Sultan,” ujar Gusti Kadran.
Sementara itu, KH Moh Hilmi Hanawi mengatakan, setelah bertemu Juriat Kesultanan Kota Waringin, ia merasakan baiknya para Sultan dan rakyatnya. “Semoga semua keturunannya di jaga oleh Allah SWT, terus menjaga kiprah di Kalimantan ini akan keberlangsungan dan kemakmuran terhadap wilayah ini. Semoga menjadi daerah yang makmur dan barokah,” imbuhnya.
Tokoh Masyarakat, Habib Said menuturkan, inilah kondisi makam para pendiri Kumai dan semoga kedepannya pihaknya bisa memelihara dan menjaga dengan baik serta masyarakat Kumai mendapat barokah dari perjuangan-perjuangan pendiri Kumai dalam menyiarkan agama Islam dan membangun wilayah tanpa memandang etnis, suku, agama dan bangsa.
“Karena prinsip datuk kami di sini mempunyai prinsip ‘Cempaka’ cukup makan pakai, tapi kedamaian dan kesejahteraan masyarakat itu yang diutamakan,” pungkasnya.

