InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan lancar dan tanpa kendala berarti.
Ketua Komisi A DPRD Kobar, Muhammad Isro Wahyudin, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Disdikbud Kobar, untuk membahas kesiapan pelaksanaan SPMB yang menjadi agenda rutin tahunan di sektor pendidikan.
Menurut Isro, evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya telah dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait sistem pendaftaran online yang sempat menghadapi sejumlah kendala teknis.
“Mereka sudah belajar dari kesalahan sebelumnya, sehingga diupayakan nanti pelaksanaannya berjalan lebih lancar,” ujar Isro, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah pembenahan yang dilakukan tahun ini adalah penggunaan aplikasi baru yang dikelola langsung oleh Disdikbud Kobar. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan meminimalisasi gangguan selama proses pendaftaran berlangsung.
“Ada terobosan sistem baru. Kalau tahun lalu dikelola mitra, sekarang aplikasinya dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan. Saya sangat mengapresiasi langkah Disdikbud Kobar ini,” katanya.
Selain kesiapan sistem, Komisi A DPRD Kobar juga menyoroti kesiapan daya tampung sekolah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan pemaparan Disdikbud, seluruh SMP di wilayah Kobar dinyatakan siap menerima peserta didik baru.
“Saya sampaikan bagaimana kesiapan SMP. Dari dinas menyampaikan bahwa cukup. Artinya tidak ada kekurangan tempat bagi siswa yang akan mendaftar,” ungkapnya.
Karena itu, Isro meminta masyarakat, khususnya para orang tua calon peserta didik, agar tidak panik apabila anaknya belum diterima di sekolah yang dituju pada tahap awal pendaftaran.
“Orang tua jangan panik. Dinas memastikan semua siswa akan diterima. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa penerimaan siswa baru dilakukan melalui beberapa jalur, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Para orang tua diharapkan memahami ketentuan masing-masing jalur serta menyesuaikan pilihan sekolah dengan kondisi dan kemampuan anak.
“Jadi mohon maaf kepada orang tua, jika anaknya tidak memenuhi jalur prestasi atau zonasinya tidak masuk, ya jangan dipaksakan,” ujarnya.
Menurut Isro, pelayanan yang diberikan Disdikbud Kobar dalam pelaksanaan SPMB terus mengalami peningkatan. Proses penerimaan juga dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pra-pendaftaran, pendaftaran, gelombang kedua hingga pengumuman hasil seleksi.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, DPRD Kobar akan melakukan pemantauan langsung selama proses penerimaan berlangsung.
“Kami akan turun memantau saat pendaftaran. Kami meminta pihak sekolah selalu hadir selama masa penerimaan dan dinas juga turut melakukan pemantauan. Sehingga jika ada orang tua yang mencari informasi bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya.

