
InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagkopUKM) Kotawaringin Barat (Kobar) memastikan pasokan minyak goreng dan beras selama Ramadan dan Idul Fitri di Kobar terpenuhi.
Kepala DisperindagkopUKM Kobar Alfan Khusnaini mengatakan berdasarkan hasil pendataan stok beras dari sejumlah distributor dan Bulog di Pangkalan Bun yang dilakukan pada Selasa (21/3/2023) lalu, jumlahnya mencapai 534 ton. Pasokan ini mencukupi hingga 3 bulan ke depan.
Lebih lanjut kata dia, sementara untuk komoditas minyak goreng juga dapat dipastikan terpenuhi. Saat ini jumlah pasokan minyak goreng dari distributor dan Bulog berada di angka 193 ton, sehingga masyarakat tidak perlu panik menyikapi isu kelangkaan yang beredar.
“Masyarakat tidak perlu panic buying. Selama Ramadan dan Idul Fitri kita pastikan kebutuhan bahan pokok cukup, jika masyarakat belanja seperlunya saja sesuai kebutuhan. Kami pastikan stok di masyarakat aman, karena stok di toko dan di Bulog semuanya cukup,” tegasnya.
Dijelaskan Alfan, selain melakukan pendataan ketersediaan minyak goreng dan beras, pihaknya juga mendata sejumlah bahan pokok lain seperti gula, tepung terigu, kacang kedelai dan daging beku. Hasilnya, stok yang disediakan pihak swasta maupun pemerintah juga dalam kategori stabil.
Di samping itu, tambahnya, Pemkab Kobar bersama Bulog juga akan berupaya agar harga bahan pokok tersebut tidak mengalami lonjakan harga melalui gerakan pasar penyeimbang akan di lakukan di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Kobar.
“Inflasi menjadi perhatian pemerintah maupun Kemendagri. Untuk itu, hari ini bertepatan dengan pembukaan pasar Ramadan kita laksanakan pasar penyeimbang bersama Bulog. Kita sediakan paket Rp 100 ribu berupa 5 kg beras premium, 2 liter minyak kita dan 1 kg gula pasir,” imbuhnya.