InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Dalam rangka memeriahkan Kalteng Expo 2026 dan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalimantan Tengah menggelar podcast bertema “Perspektif Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya di Kalimantan Tengah”.
Kegiatan yang berlangsung di area Kalteng Expo 2026, halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya tersebut disiarkan melalui kanal YouTube resmi Diskominfosantik Kalteng sebagai sarana edukasi dan literasi digital bagi masyarakat.
Podcast dipandu oleh Anggelina Rentika Karolina dengan menghadirkan dua tokoh muda inspiratif sekaligus pemain film Tanah Dayak, yakni Dela Pitriani, 2nd Runner Up Putri Kebudayaan Nusantara 2024, dan Bobbitya Putra W, Duta Humas Polda Kalteng 2026.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, para narasumber membahas berbagai tantangan dan peluang pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya daerah agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dela Pitriani menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari kesadaran generasi muda untuk mencintai dan bangga terhadap identitas daerahnya sendiri. Menurutnya, budaya merupakan bagian penting yang membedakan suatu daerah dengan daerah lainnya.
“Generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga identitas budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujar Dela Pitriani.
Ia juga menilai perkembangan teknologi dan media sosial tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman terhadap budaya lokal. Sebaliknya, platform digital dapat dimanfaatkan sebagai media promosi dan edukasi yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana positif untuk memperkenalkan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Bobbitya Putra W menyampaikan bahwa budaya Kalimantan Tengah memiliki kekayaan dan keunikan yang sangat besar untuk dipromosikan hingga tingkat nasional bahkan internasional. Namun, hal tersebut membutuhkan kreativitas dan inovasi dari generasi muda dalam mengemas berbagai potensi budaya agar lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Budaya Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk dikenal hingga tingkat global apabila dikemas secara kreatif dan inovatif oleh anak muda,” kata Bobbitya Putra W.
Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi jembatan antara pelestarian budaya dengan perkembangan teknologi modern. Dengan pendekatan yang kreatif, budaya daerah tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga dapat menjadi daya tarik yang memberikan nilai tambah bagi daerah.
Melalui kegiatan podcast tersebut, Diskominfosantik Kalimantan Tengah berharap dapat menghadirkan ruang edukasi digital yang positif sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada dunia sebagai kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.

