InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sebanyak 25 Base Transceiver Station (BTS) dibangun di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui program jaringan menara BTS desa 3435 Non 3T Kominfo RI.
Dari jumlah itu, 14 menara BTS di antaranya sudah berfungsi normal. Namun, hingga kini tercatat masih terdapat 11 menara BTS yang mengalami kendala, sehingga belum bisa digunakan masyarakat. Hal ini lah yang menjadi keluhan warga sejumlah desa.
Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Diskominfo Kobar Rody Iskandar mengungkapkan pihaknya sudah menyurati Direktur Jenderal (Dirjen) Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kominfo RI supaya bisa segera mendapat solusi.
Pasalnya, kata Rody, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan ada beberapa menara BTS provider tertentu yang memiliki tingkat kualitas sinyal lemah, serta alokasi bandwidth yang dianggap terlalu kecil bagi pengguna di atas 40 orang, yakni maksimal hanya 1Mb.
“Dari total 25 itu (BTS) ada 11 yang belum optimal dan sebagian besarnya adalah Indosat. Kita tidak menjustifikasi, kita lihat dulu alasan apa secara faktual di lapangan dari pihak operator,” kata Rody Iskandar, Rabu (13/9/2023).
Lebih lanjut dijelaskan Rody, adapun kesebelas BTS yang belum optimal itu tersebar 11 desa di antaranya Desa Kerabu, Panahan, Pandau Penyombaan, Riam, Sambi, Sabuai, Tanjung Putri, Umpang, Sabuai Timur, dan Sungai Cabang.
Untuk itu, Rody berharap warga desa diminta bersabar. Pihaknya saat ini masih menunggu respons atas surat yang telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan berharap operator lain bisa masuk ke desa-desa yang disebutkan.
“Kita berharap ada operator lain yang melirik untuk pembangunan BTS baru dan operator yang sudah ada bisa meningkatkan kapasitasnya,” pungkas Mantan Kepala Satpol PP dan Camat Arsel ini.
