InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Petani di Desa Teluk Pulai, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, bisa tersenyum sumringah merayakan keberhasilan panen padi varietas lokal yang melimpah. Pencapaian ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi pengembangan pertanian lokal.
Di lahan seluas 30 hektare (Ha) nampak bulir padi mulai menguning, menandakan tanaman penghasil beras itu sudah memasuki masa panen. Adapun jenis padi yang banyak ditanam petani desa setempat yakni, jenis padi lokal Tampui dan padi unggul yang menghasilkan beras pulen.
Keberhasilan panen raya tahun ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara petani bersama pemerintah desa, dan stake holder terkait, dalam upaya menjaga ketahanan pangan desa. Maka tak heran, jika Desa Teluk Pulai menjadi salah satu desa lumbung padi Kumai dan Kobar.
“Alhamdulillah, untuk program ketahanan pangan tahun anggaran 2023 kemarin kurang lebih 30 Ha yang terbuka. Saat ini kami masih mengembangkan padi varian Tampui karena sudah mulai langka di sini,” ujar Kepala Desa Teluk Pulai, Herliyus Christian, Senin (18/3/2024).
Pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap para petani untuk bersama-sama mengembangkan varietas lokal ini, dan hasilnya kini terlihat dengan jelas. Diharapkan, hal ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memperkuat sektor pertanian lokal mereka.
“Kemarin dari desa kita bantu dana Rp 1,8 juta/Ha untuk pembukaan lahan pertanian, sisanya swadaya masyarakat. Kita juga bantu pupuk, herbisida, pestisida hama, bibit padi dan alat potong rumput serta alat semprot,” terang dia.
Tak hanya itu, dia juga berharap apa yang dilakukan petani di desanya mampu membangkitkan semangat petani padi di desa lain yang ada di Kobar. Dengan begitu, ketahanan pangan daerah tetap terjaga, dan tidak terlalu bergantung dengan hasil panen daerah lain.
“Yang jelas meningkatkan minat para masyarakat untuk bertani kembali di tengah gempuran kebun sawit yang menjanjikan dan tidak merepotkan, apa lagi sekarang banyak lahan pertanian yang dialihfungsikan”
“Di desa, saya tekankan bahwa lahan 100 Ha khusus untuk bertani dan memanfaatkan anggaran program ketahanan pangan dana desa. Kita support semua, hasilnya pun kita tidak minta hanya minta foto untuk dokumentasi saja,” ucap Kades Teluk Pulai.
Untuk diketahui, Pemdes Teluk Pulai dalam beberapa tahun terakhir konsisten mengelola sektor pertanian padi. Rencananya, ke depan pihaknya akan membuka 70 Ha lahan yang sudah dialokasikan sebelumnya.

