InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Helikopter MI-8 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendarat darurat di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Pendaratan itu dilakukan setelah pilot melihat lampu peringatan yang menunjukkan adanya masalah pada komponen helikopter.
“Pilot menyampaikan bahwa ada indikator atau lampu warning light yang menyala. Lampu peringatan itu berupa vibration warning light. Jika ada peringatan itu, maka pesawat diharuskan mendarat sesegera mungkin, ” ucap Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Ignatius Widi Nugroho.
Saat itu, sambung Danlanud, sang pilot mengambil keputusan untuk mendaratkan pesawat di tempat yang aman. Ia lantas melihat areal kosong dan langsung menurunkan pesawat di lahan gambut yang tengah digarap warga. Pilot beserta kru pun berhasil selamat dari situasi yang membahayakan tersebut.
“Pilot mengambil keputusan mendarat di tempat yang memungkinkan. Dan setelah melihat lokasi yang cukup terbuka, pilot mendaratkan pesawat di lokasi pendaratan. Perlu kita ketahui, kondisi vibrasi pada helikopter itu sangat membahayakan. Jika pendaratan darurat tidak dilakukan maka bisa menimbulkan bahaya yang lebih besar,” terang Penerbang TNI AU ini.
Dijelaskan Widi Nugroho, helikopter dengan nomor registrasi EX-08042 melakukan perjalanan dari Palembang menuju Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebelum terjadi insiden pendaratan darurat, pesawat rencananya akan mendarat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun untuk mengisi bahan bakar.
“Jadi misi helikopter tersebut untuk membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Heli yang melakukan pendaratan darurat mengangkut 6 orang termasuk pilot. 5 orang berkebangsaan warga negara asing (WNA) dan 1 warga negara Indonesia (WNI),” tutur Danlanud.
Pilot beserta awak pesawat dalam keadaan selamat. Kondisi yang sama juga terjadi pada pesawat. Tidak ada kerusakan berarti pada badan pesawat pasca pendaratan darurat, hanya bagian ban heli sempat terperosok ke dalam tanah yang merupakan lahan gambut.
“Dari ke-6 awak pesawat tidak ada yang mengalami luka. Semua dalam keadaan aman, sehat dan kita patut bersyukur atas kondisi tersebut. Demikian juga dengan pesawat tidak ada kerusakan apa pun, memang pada saat pendaratan roda pesawat sedikit masuk tapi tidak menyebabkan kerusakan,” ujarnya.
Saat ini, Helikopter MI-8 BNPB telah tiba di tempat tujuan. Sebelum diberangkatkan, pesawat terlebih dahulu dilakukan pengecekan mendetail sekaligus uji terbang di Lanud Iskandar Pangkalan Bun guna memastikan keselamatan penerbangan.
“Pesawat sudah sampai Banjarmasin sekitar pukul 11.30 WIB. Pagi tadi kita sempat lakukan cek dan uji terbang sebelum melanjutkan misi,” beber pilot yang pernah mengemudikan lebih dari 17 jenis pesawat itu.
Terkait, isu pesawat helikopter kehabisan bahan bakar, Danlanud membantah bahwa informasi itu tidak benar. Sebab, seorang pilot dituntut wajib memiliki perhitungan akurat selama berlangsungnya misi atau penerbangan.
“Informasi itu tidak benar,” pungkas dia.
