InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Dua orang traveler keliling dunia, Chee Shin Yi alias Miss Gloria dan Mr Fan Yuhu tiba di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (30/3/2024) malam. Mereka datang menggunakan mobil listrik.
Pasangan suami istri asal Malaysia dan Cina ini mengaku sudah 6 bulan melakukan perjalanan sejak September tahun lalu. Ekspedisi kali ini merupakan bagian dari kampanye mobil listrik sebagai kendaraan hemat dan aman.
Pasalnya, salah satu anggota keluarga Mr Fan Yuhu ada yang meninggal dunia terkena kanker akibat polusi udara sehingga mereka berdua memutuskan memakai mobil yang ramah lingkungan.
Selama enam bulan ini, keduanya sudah berkeliling ke berbagai negara, seperti Malaysia, Thailand, Laos, Cina, Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Indonesia.
Bahkan, khusus Mr Fan Yuhu, dia sudah berkeliling ke-80 negara di 6 benua di dunia seorang diri sejak tahun 2013 silam. Dia menargetkan beberapa tahun ke depan mampu menggenapi perjalanan ke-100 negara.
Kini Mr Fan Yuhu tidak lagi sendiri, melainkan ditemani istrinya Miss Gloria selama 4 tahun terakhir. Namun, dalam waktu dekat pihaknya berencana kembali ke wilayah Malaysia, mengingat visa kunjungan istrinya sudah mau habis.
“Tinggal beberapa hari, kami balik ke Malaysia dulu nanti balik lagi. Kami rencana bawa mobil listrik keliling Indonesia, jawa, bali, jakarta sampai papua,” ujar Miss Gloria saat dibincangi awak media.
Ada beberapa kendala yang dihadapi keduanya selama melakukan perjalanan, di antaranya operator kapal di beberapa wilayah kerap menolak mengangkut mobil listrik khawatir dengan kondisi panas di lambung kapal.
“Kami rencana mau ke tempat lain, tapi untuk naik kapal fery gak jadi. Kami sudah tanya ke pelabuhan Banjarmasin, mobil listrik belum bisa naik kapal fery. Mungkun di sini kami nanti akan ke pelabuhan,” tutur Gloria.
Di Pangkalan Bun, Minggu (31/3) siang keduanya berkesempatan menjajal Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kantor ULP PLN setempat. Mereka bersyukur beberapa kota di kalimantan sudah menyediakan tempat pengisian baterai.
“Kami baru tahu kalau PLN punya stasiun pengisian baterai. Saya pikir sangat membantu untuk yang bawa mobil listrik. Biasanya kami charge di hotel atau di Pertamina,” terangnya.
“Murah lagi hemat, kami sampai sekarang bayar 200 ringgit untuk pengisian baterai selama 6 bulan. Apalagi ada beberapa tempat seperti Thailand free charge,” sambungnya.

