InfoPBUN, NANGA BULIK – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Festival Babukung, agar dapat kembali sejajar dengan festival-festival terbaik di Indonesia dan masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) pada tahun mendatang.
Dalam sambutannya pada penutupan Festival Babukung 2025, Bupati Rizky menyebut bahwa beberapa tahun terakhir, festival budaya kebanggaan masyarakat Lamandau itu sempat tidak masuk dalam daftar KEN akibat semakin banyaknya event daerah lain yang bermunculan di tingkat nasional.
“Sudah bertahun-tahun, ibarat klasemen, karena banyaknya event tahunan di daerah lain, Festival Babukung sempat terlempar dari Kharisma Event Nusantara. Ini menjadi pekerjaan besar bagi kami ke depan agar Babukung bisa kembali sejajar dengan festival terbaik di Indonesia,” ujar Bupati Rizky.
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, tim event organizer Merah Putih, serta Dinas Pariwisata Lamandau yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan Festival Babukung tahun ini. Ia bahkan secara khusus meminta agar penyelenggaraan tahun ini menghadirkan panggung dan sistem tata suara terbaik.
“Saya minta stage yang terbaik, sound yang terbaik, dan Alhamdulillah semua bisa kita lihat sendiri. Peralatan bahkan dibawa langsung dari Jawa. Tahun ini suasananya sudah sekelas dengan festival besar seperti Festival Isen Mulang di Palangka Raya,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan yang digelar pada bulan November, Bupati menjelaskan bahwa jadwal festival sempat menyesuaikan jadwal dari NDX, sehingga baru dapat dilaksanakan pada bulan ini.
“Banyak yang tanya kenapa tidak Oktober. Ya memang karena beberapa penyesuaian jadwal kegiatan. Jadi ini murni soal waktu pelaksanaan,” ungkapnya.
Bupati Rizky juga berharap agar Festival Babukung terus menjadi wadah kreativitas seniman lokal sekaligus ajang promosi budaya Dayak Tomun ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Kita berharap tari Babukung bisa tampil di event-event nasional bahkan internasional. Kemarin di Osaka, Jepang, kami lihat ada tarian Dayak dari Palangka Raya tampil dan membuat merinding. Semoga nanti pemenang Babukung juga bisa sampai ke sana,” harapnya.
Melalui ajang ini, lanjut Bupati Rizky, masyarakat diharapkan dapat terus menanamkan nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong, serta menjaga warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Lamandau.
“Budaya Dayak Tomun adalah harta yang tidak ternilai. Karena itu, berbanggalah kita menjadi bagian darinya. Kalau ditanya dari mana, jawab saja dengan bangga: dari Lamandau,” pungkasnya.

