InfoPBUN, NANGA BULIK — Festival dan Lomba Layang-Layang “Cinta Lamandau” Tahun 2026 resmi dimulai di Alun-Alun Kabupaten Lamandau, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Festival yang diinisiasi Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Lamandau tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Layangan Tanggalan atau Rembulan, Layangan Gapangan Pacu, Layangan Gelasan atau Aduan, serta kategori Festival Layang-Layang.
Perlombaan diikuti peserta dari berbagai kalangan yang menampilkan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan terbaik mereka dalam menerbangkan maupun menghias layang-layang. Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi dengan ramainya warga yang datang menyaksikan festival tersebut.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut hadir dan meninjau secara langsung jalannya festival. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Bahaum Bakuba tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga rekreasi sekaligus pelestarian permainan tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Bupati mengatakan, Pemkab Lamandau memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program KORMI, termasuk Festival Layang-Layang “Cinta Lamandau”. Menurutnya, kegiatan olahraga rekreasi seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari promosi wisata daerah.
“Pemerintah Kabupaten Lamandau mendukung penuh program KORMI, sebagai upaya untuk mendorong promosi wisata di daerah,” kata Rizky.
Menurutnya, festival layang-layang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan. Apalagi, kegiatan tersebut menggabungkan unsur olahraga rekreasi, kreativitas, budaya, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan.
“Kami berharap, melalui festival ini semangat sportivitas, kebersamaan, serta kecintaan masyarakat terhadap olahraga rekreasi dan budaya lokal terus tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.
Bupati menilai kegiatan tersebut juga memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan dan silaturahmi antarwarga. Masyarakat tidak hanya hadir untuk menyaksikan perlombaan, tetapi juga dapat menikmati suasana kebersamaan dalam memeriahkan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau.
Selain menjadi ajang kompetisi, Festival Layang-Layang “Cinta Lamandau” juga diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Permainan layang-layang dinilai memiliki nilai budaya dan kebersamaan yang perlu terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini selain menyuguhkan hiburan, sekaligus juga menjadi wadah melestarikan permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan kebersamaan,” pungkasnya.
Pemkab Lamandau berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan dikemas secara menarik sehingga mampu menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain memperkuat budaya dan olahraga rekreasi, kegiatan tersebut diharapkan turut mendukung pengembangan sektor pariwisata serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, Festival Layang-Layang “Cinta Lamandau” diharapkan dapat menjadi salah satu identitas kegiatan budaya dan olahraga rekreasi yang semakin dikenal, baik di tingkat daerah maupun di luar Kabupaten Lamandau.

