InfoPBUN, LAMANDAU – Bunda PAUD Kabupaten Lamandau, Ny Norol Latifah Rizky Aditya Putra, kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Seleksi Bunda PAUD Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025. Dalam kegiatan yang diikuti oleh para Bunda PAUD se-Kalimantan Tengah ini, Norol Latifah tampil percaya diri dan berhasil mencuri perhatian melalui gagasan inovatif yang berfokus pada pengasuhan berbasis cinta dan nilai-nilai budaya lokal, minggu (28/9).
Dalam sesi presentasi di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai kabupaten/kota, Bunda PAUD Lamandau memperkenalkan dua program unggulan hasil gagasan dan pendampingan di Kabupaten Lamandau, yaitu Program PELITA (Pengasuhan Lewat Cerita) dan Program KARTU PELUK (Kartu Pengasuhan Edukatif dan Layanan Unggulan Keluarga). Kedua inovasi ini menjadi representasi nyata dari komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang hangat, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal masyarakat Lamandau.
Program PELITA lahir dari keyakinan bahwa cerita merupakan sarana efektif untuk menumbuhkan karakter dan nilai moral anak sejak usia dini. Melalui kegiatan mendongeng yang dilakukan secara rutin baik secara langsung di kelas maupun melalui media daring, Bunda PAUD Lamandau menanamkan nilai empati, kemandirian, serta kecintaan terhadap budaya daerah. Cerita-cerita lokal yang disampaikan bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi media refleksi bagi anak-anak untuk belajar tentang kasih sayang dan kebijaksanaan.
Sementara itu, Program KARTU PELUK hadir sebagai bentuk inovasi sederhana yang menjembatani hubungan antara keluarga, guru, dan lembaga PAUD. Melalui kartu ini, orang tua dan pendidik dapat saling memberikan umpan balik, mencatat perkembangan anak, serta mengakses layanan konseling dan bimbingan keluarga. Program ini menekankan pentingnya komunikasi yang hangat dan saling memahami dalam proses pengasuhan, sehingga anak tumbuh dalam suasana penuh kasih dan penerimaan.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya nyata Bunda PAUD Lamandau dalam mendukung implementasi Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Fokusnya terletak pada penguatan pendidikan karakter, penanaman nilai-nilai kemanusiaan, dan pembelajaran yang membahagiakan anak. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan usia dini bukan sekadar soal akademik, tetapi tentang membangun kepribadian dan cinta sejak dini.
Dalam paparannya, Bunda PAUD Lamandau berharap agar inisiatif yang digagasnya dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Tengah untuk terus mengembangkan inovasi berbasis kearifan lokal. “Pendidikan terbaik dimulai dari pelukan yang tulus dan cerita yang bermakna. Melalui cinta dan keteladanan, kita membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berempati,” ujarnya dengan penuh semangat.
Melalui ajang seleksi tingkat provinsi ini, kiprah Bunda PAUD Kabupaten Lamandau membuktikan bahwa inovasi pendidikan anak usia dini tidak selalu bergantung pada teknologi atau fasilitas besar, melainkan pada ketulusan, kedekatan budaya, dan keberanian menciptakan kebahagiaan bagi anak-anak sebagai pusat proses belajar.
