InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Proses penangkapan buaya pemangsa bocah 10 tahun di Sungai Arut, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berjalan alot. Petugas dibantu warga setempat baru bisa menangkap predator ganas itu setelah berjuang selama hampir 4 jam.
Pasalnya, buaya diketahui kerap berpindah lokasi sambil membawa mayat sang bocah di mulutnya, sehingga petugas gabungan terus berupaya melakukan pengejaran dan akhirnya sang buaya pemangsa itu berhasil diamankan.
Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun Dendi Sutiadi mengungkapkan insiden tragis itu berawal saat korban, Habil (10), tengah berenang di pinggir Sungai Arut. Ia lalu diserang buaya jenis Sapit yang ukurannya cukup besar tersebut.
“Jenis buaya sapit atau sinyulong, ukuran kurang lebih 5 meter. Serangan buaya terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, ketika korban sedang berenang di pinggir sungai Arut,” ungkap Dendi.
“Tim gabungan dibantu masyarakat berupaya untuk mendekati korban setiap kali buaya muncul. Buaya sempat muncul beberapa kali dengan korban masih berada pada mulut buaya tersebut,” sambungnya.
Sampai pukul pukul 13.00 WIB, upaya evakuasi korban belum berhasil, karena desakan warga akhirnya buaya tersebut di lumpuhkan dengan cara disetrum. Akhir pada pukul 14.20 WIB, buaya ditarik ke darat dan langsung dibelah oleh warga.
“Jasad korban tidak ditemukan di dalam perut buaya, dan saat ini tim Basarnas dan BPBD masih melakukan pencarian korban,” imbuh Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun.
Dendi menerangkan, pihaknya sudah mengimbau dan mengarahkan warga untuk memindahkan buaya tersebut ke lokasi yang jauh dari pemukiman untuk dikuburkan, namun hal itu ditolak pihak keluarga.
“Atas permintaan keluarga korban, saat ini buaya tersebut masih diamankan di dekat rumah korban menunggu untuk dikuburkan saat Magrib,” beber Dendi.
Untuk diketahui, buaya tersebut berjenis kelamin betina dan diperkirakan usianya sudah lebih dari 20 tahun.

