InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Sejumlah jembatan di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir tahun lalu, saat ini mulai dilakukan tahap pembangunan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, terdapat 11 jembatan yang mendapat rekontruksi di tahun 2023, dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.
Adapun ke-11 jembatan itu meliputi jembatan Desa Riam, jembatan III Tanjung Terantang, jembatan primer Kumpai Batu Bawah, jembatan Keraya, jembatan Sidomulyo dan Jembatan Desa Sabuai.
Selain itu, rekontruksi juga dilakukan pada jembatan Sungai Hijau, jembatan Sungai Bedara, jembatan utama (I) Tanjung Terantang, jembatan penghubung Kumpai Batu Atas dan Arga Mulya.
Kepala BPBD Kobar Syahruni mengatakan pembenahan jembatan tengah dilakukan itu merupakan bagian dari program rekontruksi dan rehabilitasi penanggulangan bencana.
Dijelaskan pula bahwa pembangunan 11 jembatan tersebut bersumber dari dana hibah BNPB pusat sebesar Rp 23,6 miliar untuk penanganan pasca bencana banjir yang sebelumnya diusulkan.
“Iya, semua (jembatan) itu sudah berkontrak dan mulai pengerjaan. Jangka waktu pengerjaan 6 bulan mulai April-Oktober 2023,” ucap Syahruni, Jumat (5/5/2023).
Kepala BPBD Kobar menerangkan jembatan yang sebelumnya menggunakan material kayu ulin, kini telah dibongkar dan diganti dengan beton. Jembatan diganti dengan tipe box culvert.
“Semua (jembatan) ganti bukan rehab ya. Gantinya jembatan beton box,” imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat menggunakan jalan dan jembatan alternatif lainnya selama proses pembangunan jembatan berlangsung.

