InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 melalui rapat koordinasi yang digelar secara daring, Kamis (22/1/2026).
Rapat ini diikuti BPBD kabupaten/kota se-Kalteng, BMKG Provinsi Kalimantan Tengah, serta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor.
Sambutan Kepala Pelaksana BPBD disampaikan Sekretaris BPBD Noor Aswad yang menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama menghadapi musim kemarau.
“Kesiapsiagaan harus dimulai dari awal. Pencegahan menjadi kunci agar karhutla tidak meluas dan berdampak besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, termasuk penguatan posko serta pos lapangan di wilayah rawan kebakaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Alpius Patanan memaparkan langkah penanganan selama status siaga darurat, mulai dari patroli terpadu, penguatan sarana pemadaman, hingga penegakan hukum.
Upaya lainnya mencakup optimalisasi sumur bor, pembuatan sekat bakar dan sekat kanal, mobilisasi relawan, serta pemanfaatan sistem peringatan dini dan sosialisasi kepada masyarakat.
Dari sisi cuaca, Koordinator Data dan Informasi BMKG Anton Budiyono menyebutkan potensi fenomena El Nino lemah pada 2026 yang dapat memengaruhi kondisi musim kemarau, sehingga kesiapsiagaan perlu ditingkatkan.
Melalui rakor ini, BPBD Kalteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan wilayah guna mengendalikan karhutla secara berkelanjutan, sekaligus mewujudkan Kalimantan Tengah bebas kabut asap dan lebih sejahtera.

