InfoPBUN, PALANGKA RAYA– Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peningkatan kesiapsiagaan pasukan darat dan dukungan armada udara. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya titik panas serta memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan harian BPB-PK Kalteng per Sabtu (5/9/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 4.611 titik hotspot dengan 45 kejadian karhutla yang membakar lahan seluas 93,68 hektare dalam sehari.
Secara akumulatif sejak 1 Januari hingga 5 September 2026, jumlah hotspot di Kalteng mencapai 96.658 titik, dengan 2.586 kejadian karhutla. Luas area yang terbakar berdasarkan perhitungan data lapangan mencapai 7.852,37 hektare, sedangkan berdasarkan pantauan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS sekitar 7.634 hektare.
Kondisi karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara. Berdasarkan pembaruan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB dengan parameter kritis PM2,5, enam wilayah berada dalam kategori Berbahaya.
Wilayah tersebut yakni Murung Raya dengan nilai ISPU 504, Barito Selatan 501, Kotawaringin Timur 494, Katingan 436, Gunung Mas 420, dan Kapuas 361. Sementara itu, Kota Palangka Raya berada dalam kategori Tidak Sehat dengan nilai ISPU 198.
Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan tim satgas darat dan udara terus disiagakan untuk mempercepat pemadaman titik api sekaligus menekan sebaran kabut asap.
“Kami mengerahkan 10.700 personel gabungan untuk mengendalikan karhutla dan memadamkan titik api di lapangan,” ujar Ahmad Toyib.
Penanganan dari udara turut diperkuat dengan menyiagakan enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli untuk mendukung kegiatan pemadaman dan patroli.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan 11 lokasi Rumah Oksigen di sejumlah kabupaten/kota sebagai langkah antisipasi terhadap dampak penurunan kualitas udara bagi kesehatan masyarakat.
Fasilitas tersebut berada di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit pratama. Layanan tersedia di RSJ Kalawa Atei dan RSUD Hanau, serta sejumlah rumah sakit lainnya.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat, Rumah Oksigen tersedia di RSUD Sultan Imanuddin dan Rumah Sakit Pratama Kutaringin, yang beroperasi selama 24 jam. Sementara di Kabupaten Kotawaringin Timur tersedia di RSUD Parenggean dengan layanan 24 jam.
Fasilitas serupa juga tersedia di RS Pratama Katingan Kuala Kabupaten Katingan, RSUD Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Kapuas, RSUD Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, serta RSUD Gusti Abdul Gani Kabupaten Lamandau. Seluruhnya memberikan layanan selama 24 jam.
Sementara itu, di Kabupaten Pulang Pisau, Rumah Oksigen tersedia di RSUD Pulang Pisau dengan waktu pelayanan selama delapan jam.
Ahmad Toyib mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama dengan membatasi aktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker. Masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan juga diminta memanfaatkan fasilitas Rumah Oksigen yang telah disediakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar rumah tanpa masker, serta memanfaatkan fasilitas Rumah Oksigen yang telah disediakan jika mengalami keluhan pernapasan. Sinergi seluruh elemen sangat krusial demi mewujudkan target Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2026,” tegasnya.

