InfoPBUN, PANGKUT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyoroti perlunya percepatan pembangunan di Kecamatan Arut Utara, yang masih tertinggal dibanding kecamatan lain di Kobar. Wakil Ketua II DPRD Kobar, Sri Lestari, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus lebih serius dalam menangani persoalan ini.
Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Arut Utara yang digelar baru-baru ini, mayoritas desa mengusulkan perbaikan infrastruktur, serta peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
“Hasil Musrenbang ini harus menjadi prioritas. Kita harus jujur bahwa Arut Utara masih membutuhkan perhatian lebih, baik dalam pembangunan jalan, layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, maupun sektor ekonomi,” ujar Sri Lestari.
Sebagai satu-satunya kecamatan yang masih tertinggal dari enam kecamatan di Kobar, ia menegaskan bahwa perlu ada langkah konkret agar Arut Utara bisa mengejar ketertinggalannya.
Sri Lestari juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan yang beroperasi di Arut Utara agar mereka turut berkontribusi dalam pembangunan.
“Kita paham bahwa anggaran daerah terbatas, tapi ada potensi kolaborasi dengan dunia usaha. Pemerintah bisa menggandeng perusahaan untuk ikut serta dalam pembangunan,” tambahnya.
Salah satu aspek yang paling mendesak adalah pembangunan jalan penghubung antar desa. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan berdampak besar pada sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, termasuk pariwisata.
“Arut Utara memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, tetapi aksesnya masih sulit. Jika jalannya diperbaiki, pariwisata bisa berkembang dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Ia juga berharap dengan meningkatnya fasilitas dan infrastruktur, tenaga pendidik dan tenaga kesehatan akan lebih termotivasi untuk bertugas di Arut Utara.
“Pembangunan yang merata akan menciptakan kesejahteraan bagi semua. DPRD siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah untuk mewujudkan hal ini,” tutup Sri Lestari.

