InfoPBUN,PALANGKA RAYA – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah menghadirkan pesan pembangunan berbasis budaya melalui partisipasinya dalam Karnaval Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026.
Mengusung tema “Merajut Budaya, Menguatkan Inovasi, Membangun Masa Depan”, Bapperida menampilkan mobil hias yang memadukan berbagai simbol budaya Dayak dengan semangat pembangunan modern dan berkelanjutan.
Salah satu ikon yang menjadi perhatian adalah miniatur Rumah Betang yang menggambarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan dalam keberagaman. Selain itu, terdapat ornamen Talawang, Burung Tingang, serta Topeng Sababuka yang merepresentasikan kekuatan budaya, kehormatan, kreativitas, dan keterbukaan terhadap perubahan.
Plt. Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Syahfiri, mengatakan budaya tidak boleh dipisahkan dari arah pembangunan daerah karena menjadi identitas yang harus terus dijaga.
“Budaya adalah fondasi pembangunan daerah. Melalui mobil hias ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi dan kemajuan harus tetap berpijak pada nilai budaya, kebersamaan, dan karakter masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Menurut Syahfiri, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan daerah menjaga jati diri serta warisan budaya yang dimiliki.
“Kami ingin pembangunan di Kalimantan Tengah tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam jati diri serta mampu menjaga warisan budaya daerah,” katanya.
Karnaval Budaya FBIM 2026 menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah dan diikuti berbagai perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, komunitas, serta elemen masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak seluruh masyarakat terus memperkuat semangat Huma Betang sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
“Momentum hari ini adalah momentum kebersamaan kita, bahu-membahu, berpegang tangan, penyang hinje simpei untuk mengangkat dan melestarikan adat budaya kita dalam bingkai NKRI,” ujar Agustiar.
Melalui keikutsertaan dalam FBIM 2026, Bapperida menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang inovatif sekaligus menjaga nilai-nilai budaya sebagai kekuatan utama Kalimantan Tengah menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.

