InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah turut memeriahkan Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dengan menampilkan pesan pembangunan daerah yang berpadu dengan nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (17/5/2026), menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya dari kabupaten/kota, instansi pemerintah, hingga komunitas.
Kepala DPMPTSP Provinsi Kalimantan Tengah, Sutoyo, mengatakan partisipasi dalam karnaval budaya merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus upaya memperkenalkan potensi investasi daerah kepada masyarakat.
“Kami mengusung tema Sinergi Investasi untuk Masa Depan Daerah yang Bermartabat sebagai wujud komitmen membangun Kalimantan Tengah yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ujar Sutoyo.
Dalam penampilannya, rombongan DPMPTSP menampilkan simbol burung tingang yang melambangkan harapan, kehormatan, dan kehidupan masyarakat yang harmonis sesuai falsafah Huma Betang. Selain itu, atraksi Mandau Linga Simpei turut ditampilkan sebagai simbol keberanian dan kekuatan warisan budaya Dayak.
Menurut Sutoyo, pembangunan ekonomi dan peningkatan investasi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya daerah agar identitas masyarakat tetap terjaga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa investasi tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana pembangunan dapat berjalan selaras dengan budaya dan nilai-nilai lokal yang dimiliki Kalimantan Tengah,” katanya.
Ia menambahkan, Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk menarik investasi melalui pengembangan sektor berbasis ekonomi hijau dan ekonomi biru, termasuk pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Dengan semangat persatuan dan pelayanan yang semakin baik, kami optimistis realisasi investasi di Kalimantan Tengah akan terus meningkat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Karnaval Budaya FBIM 2026 berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni tradisional, musik etnik, dan parade budaya dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga mendukung promosi pariwisata dan pembangunan ekonomi daerah.
Selain karnaval budaya, FBIM 2026 juga menghadirkan berbagai perlombaan dan atraksi budaya seperti manyipet, habayang, sepak sawut, manjawet uwei, hingga pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah.

